THE MORE YOU EXPLORE! THE MORE YOU KNOW YOURSELF!

Keep inspired, keep the spirit on HOTMOM!

Be BRAVE, be a HOTMOM!

Learn to take care of yourself before you start taking care of others! Travel and explore! Be sure to keep everyone save!

Figure out whether you're a HOTMOM or not by reading this blog!

To live your life to the fullest! We must break the ordinary!

Sunday, October 12, 2014

ALAM SEGAR @LEMBAH BOUGENVILLE, BANDUNG




Salam Cinta HotMom,

Kembali ke alam segar adalah liburan yang dicari oleh masyarakat perkotaan. Hiruk pikuk kota besar, kemacetan, polusi, membuat mayoritas keluarga mencari tempat yang nyaman dengan udara segar yang dikelilingi oleh banyak pepohonan. Apabila kriteria ini yang dicari oleh Hotmom, maka tidak ada salahnya Hotmom berkunjung ke Lembah Bougenville Resort di Bandung.


Belum banyak yang mengetahui lokasi Lembah Bougenville Resort ini. Kami sangat beruntung mendapatkan informasi dari seorang sahabat yang tinggal di Bandung.

Lokasinya dekat dengan Maribaya, tempat rekreasi yang sangat popular dikunjungi oleh wisatawan. Apabila Hotmom sudah menemukan lokasi Maribaya, perjalanan tinggal dilanjutkan sekitar 3 km lagi maka akan bertemu dengan Lembah Bougenville Resort.
Setelah menemukan papan nama Lembah Bougenville Resort, kita akan memasuki jalan setapak ke area perumahan. Jalannya hanya cukup untuk 2 kendaraan dengan kondisi yang tidak terlalu mulus. Hanya sekitar 200 meter masuk ke dalam kita akan menemukan area parkir yang sangat luas disana….


Terdapat penjual sayur-sayuran segar di area parkir mobil yang cukup menarik perhatian. Sebelum masuk ke dalam area rekreasi, kami menyempatkan diri untuk melihat-lihat dan membeli beberapa makanan, seperti ubi yang sudah dibakar, jagung rebus dan makanan kecil lainnya untuk dibawa kedalam .

Dengan membayar karcis Rp. 20.000/orang, kami sudah bisa menikmati area yang begitu luas yang ditata begitu indah.


Dari pintu masuk terlihat pemandangan ke bawah lembah yang dipenuhi dengan pepohonan. Ada 2 pilihan untuk turun kebawah, yaitu dengan berjalan kaki mengitari lembah atau menggunakan kendaraan yang disediakan oleh Lembah Bougenville Resort. Kami memilih turun dengan berjalan kaki agar bisa melihat pemandangan dan fasilitas yang ada di area ini.



Beginilah pepohonan yang sangat tinggi dan asri yang mengitari area rekreasi ini. Udaranya sangat segar dan sejuk. Jalan aspal dibuat tidak licin sehingga kita tidak perlu khawatir saat menuruni lembah.


Bunga-bunga dan pepohonan yang ditata sepanjang pinggir jalan menurun ke bawah membuat suasana menjadi tambah segar dan berwarna.

Tiba dibawah , kita akan bertemu dengan lapangan hijau luas yang menghubungkan antara vila satu dengan yang lainnya dan sebagai tempat bermain untuk anak-anak dan keluarga.


Area rekreasi dan coffee shop atau ruang makan yang sangat besar didesign dengan memanfaatkan kayu sebagai bahan utama bangunan.


Yang sangat menarik adalah selasar-selasar yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang membuat area rekreasi menjadi sangat indah dan asri.


Diantara selasar terdapat gazebo yang dapat dimanfaatkan pengunjung sebagai tempat beristirahat. Juga terdapat mushola yang dilengkapi dengan kamar mandi dan tempat berwudhu.


Sampai di area paling bahwa terdapat berbagai macam permainan, antara lain :
·      Area pemancingan
·      Kolam ikan mas
·      Flying Fox dan area bermain lainnya


HotMom,

Sangat menyenangkan liburan bersama keluarga di Lembah Bougenville Resort karena lokasinya yang luas, alamnya yang penuh dengan pepohonan dan udara yang segar ditambah dengan fasilitas bermain untuk anak dan keluarga membuat kita betah berlama-lama berada di tempat ini.
Silahkan berkunjung ke lokasi ini karena tidak akan Hotmom temukan area rekreasi yang seperti ini di Jakarta…..


BYE HOTMOM








FUN NIGHT @JONKER STREET


Salam Cinta HotMom,

Banyak cerita tentang Jonker Street dan review melalui Trip Advisor mengenai daerah ini dimana semuanya memberikan penilaian yang sangat bagus. Oleh karena itu sayapun tertarik untuk datang kesini bersama anak saya Oris dimana anak saya memang sedang kuliah di Kuala Lumpur. Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Malacca hanya 2 jam mengunakan kendaraan dengan melalui jalan tol. Sangat mudah perjalanan kami karena Oris menggunakan Waze sebagai penunjuk arahnya.

Tidak ingin berlama-lama di hotel, kamipun mulai mencari jalan menuju Jonker Street yang lokasinya tidak jauh dari hotel tempat kami menginap.


Jonker Street – adalah jalan pusat Chinatown - pernah terkenal karena banyak toko-toko antic disini. Namun selama bertahun-tahun itu telah berubah menjadi penjualan pakaian, kerajinan , serta restoran.
Saya dan Oris tiba di Jonker sore hari sekitar jam 6.30 dimana matahari sudah mulai terbenam. Oleh karena para pedagang masih bersiap-siap maka kamipun berjalan kaki mengelilingi area sekitar Jonker Street.


Kami menemukan area perumahan dengan nama “Kampung Ketek”…hahaha…mungkin maksudnya adalah kampung kecil karena jumlah perumahan yang ada di area tersebut hanya sedikit.
Banyak sekali tempat bersejarah dan spot yang sangat bagus untuk berfoto disini sehingga kami lupa untuk mempelajari lebih jauh tentang bangunan bersejarah yang ada.


Kami berjalan kaki sangat jauh mengelilingi area sekitar Jonker Street. Panduan yang kami baca adalah bahwa kami harus mengunjungi Malacca River, Gereja Merah, Museum dan bangunan bersejarah lainnya yang lokasinya berada di sekitar Jonker Street.
Kami sengaja menunggu malam untuk menjajaki Jonker Street karena katanya hiruk pikuk Jonker Street adalah pada saat malam tiba.


Setelah mengitari Gereja Merah kami mulai menyusuri pinggiran sungai menuju tempat pemberhentian kapal pesiar yang akan membawa kami berkeliling mengitari Malacca River selama 40 menit dengan harga tiket 20RM per orang.


Banyak pemandangan indah yang kami lihat saat mengitari Malacca River sembari mendengarkan penjelasan sejarahnya melalui rekaman dan pengeras suara.


Sepanjang sungai terdapat jembatan yang sangat indah, tempat hiburan , juga ada restoran Medan Selera yang terlihat ramai dikunjungi orang.


Yang menarik perhatian saya adalah dinding-dinding hotel bertingkat yang dilukis dengan berbagai macam karakter menciptakan kesan tersendiri bagi yang memandangnya saat mengitari sungai.


Yang tidak kalah menariknya adalah pemerintah setempat tetap mempertahankan rumah adat Malacca yang dijadikan museum dimana turis dapat melihat kehidupan penduduk asal kota Malacca jaman dahulu secara nyata.


Setelah selesai menyusuri Malacca River, kami kembali berjalan kaki melewati Gereja Merah menuju Jonker Street. Dari kejauhan sudah terdengar hiruk pikuk suara bising baik dari suara pengunjung, klakson mobil maupun suara musik dari panggung hiburan.
Sebelum menuju Jonker Street saya menyempatkan berfoto di depan becak-becak yang dihias dengan sangat meriah oleh pemiliknya. Ternyata becak-becak ini merupakan salah satu daya tarik bagi turis sebagai kendaraan yang digunakan untuk mengitari area Jonker Street.


Beginilah pemandangan di Jonker Street….panggung hiburan dan turis yang lalu lalang di jalan ini memadati jalan yang lebarnya tidak lebih dari 5M saja karena sudah dipenuhi oleh para penjual.


Bagian terbaik dari Jonker Street adalah pasar malam pada hari Jumat dan Sabtu yang menjual segala sesuatu mulai dari makanan yang sangat lezat sampai kenang-kenangan yang harganya sangat murah.
Oris menyempatkan diri mengambil foto para pedagang dengan berbagai ekspresi wajahnya……


Setelah puas menyusuri Jonker Street selama hampir 2 jam dan menikmati panggung musik yang menyanyikan lagu Bengawan Solo dalam bahasa Mandarin, kamipun mulai merasa lapar dan mencoba mencari makanan yang tentunya Halal. Inilah menu makan malam kami…..enak sekali…..


Tidak terasa hampir 6 jam lamanya  kami habiskan waktu disini mengeksplor tempat wisata di area Jonker Street di Malacca dan waktu menunjukkan sudah  hampir jam 12 tengah malam tapi pengunjung malah semakin ramai.
Inilah daya tarik Jonker Street bagi para turis mancanegara…..

Hotmom, senang bisa berada disini bersama keluarga karena banyak hal yang bisa dipelajari disini mulai dari sejarahnya, bangunan ibadah dari berbagai agama, museum dan tempat hiburan kumpul menjadi satu sehingga kita tidak perlu kemana-mana lagi.

Semoga Hotmom berkesempatan untuk mengunjungi Jonker Street di Malacca.

BYE HOTMOM

Sunday, October 5, 2014

Merayakan Hari Kemerdekaan @Malacca

Salam Cinta HotMom,



Di usia saya yang 46 tahun pada tanggal 18 Agustus ini , sebelumnya saya tidak pernah melewatkan tontonan televisi di pagi hari setiap upacara hari Kemerdekan RI yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Namun kali ini saya berada di Malacca bersama anak saya Oris untuk menikmati liburan dan Ulang Tahun saya di Kuala Lumpur. Tidak ada tontonan upacara Kemerdekaan maupun melihat Bendera Indonesia Merah Putih yang biasanya sudah terpasang di depan rumah.

Yang kami lakukan pada tanggal 17 Agustus ini adalah mengikuti program bersepeda yang ditawarkan melalui brosur di Hotel pada saat kami check in di hotel Swan Garden Malacca. Pada brosur tercantum bahwa program ini merupakan program favorite di Trip Advisor dan masuk dalam liputan Lonely Planet. Dengan membayar 100RM per orang kamipun mengikuti program ini.


Tepat jam 9 pagi tanggal 17 Agustus yang jatuh pada hari minggu, kami sudah dijemput oleh pak Alias dengan kendaraannya dan dibawa menuju area berkumpul di daerah perkebunan kelapa sawit di Malacca. Ini adalah rumah tempat tinggal pak Alias dimana dia mengelola sendiri usaha bersepeda ini dibantu satu orang staffnya. Rumahnya sangat luas dengan gudang tempat penyimpanan sepeda yang terletak di halaman depan rumahnya.


Kami berjumlah 13 orang dan saling berkenalan satu dengan yang lainnya sebelum program bersepeda dimulai. Peserta ada yang berasal dari German, Italy, Perancis dan Singapore. Hanya kami berdua yang berasal dari Indonesia.


Setelah diberikan briefing oleh pak Alias mengenai penggunaan sepeda, route bersepeda, peringatan bahaya, dan lain-lainnya, maka kamipun berangkat dengan semangat yang menggebu-gebu…


Setelah 15 menit bersepeda memasuki perkebunan karet kami berhenti untuk mendengarkan informasi yang disampaikan oleh pak Alias. Dia menjelaskan tentang perkebunan Karet yang ada disana. Berapa luasnya, kemana saja di ekspor, siapa saja yang bekerja disana sampai kepada proses kerjanya. Pak Alias memperlihatkan dan menjelaskan secara detil proses pengerukan getah karet. Getah karet yang tersisa dibuat mainan bola oleh pak Alias dan diberikan kepada kami….


Setelah menjelaskan seputar perkebunan karet kami melanjutkan bersepeda dengan mendaki bukit yang penuh dengan bebatuan dan jalan berlumpur. Malacca diguyur hujan sehari sebelumnya sehingga tanah disana menjadi becek.
Setelah susah payah mengayuh sepeda mendaki bukit kamipun berhenti untuk mendengarkan penjelasan selanjutnya dari pak Alias. Di tempat kami berhenti ini terdapat perkebunan buah-buahan seperti buah Duku, Manggis, Pepaya, Rambutan, Durian dan tanaman sayur-sayuran seperti ubi dan singkong.


Sejuk sekali udara disini…. Lelah dan keringat yang bercucuran karena mendaki hilang begitu tiba di lokasi ini. Oleh karena saya dan Oris sudah terbiasa dengan jenis buah-buahan yang dijelaskan, maka kamipun menyempatkan untuk berfoto selagi pak Alias memberikan penjelasan kepada seluruh peserta.


Perjalanan akhirnya diteruskan setelah peserta mencoba dan mengabadikan semua buah-buahan yang dijelaskan oleh pak Alias.

Perjalanan dilanjutkan dengan mendaki dan memasuki area hutan tanpa terlihat lagi jalan setapak yang menjadi area bersepeda kami. Saya cedera kena duri daun kelapa sawit yang melintang di area hutan sedangkan Oris cedera terkena batu. Berdua kami mengalami luka sobek pada jari-jari kaki.
Dengan susah payah dan nafas yang tersengal-sengal berjuang naik ke atas bukit akhirnya kami berdua tiba di urutan terakhir ditemani oleh pak Mamat asisten pak Alias.
Dari atas bukit ini terlihat betapa luasnya perkebunan kelapa sawit yang ada….


Setelah beristirahat selama 10 menit, persoalan mulai muncul karena kami harus menuruni bukit. Pak Alias kemudian memberikan arahan apa saja yang harus kami lakukan saat menuruni bukit. Saya sangat khawatir karena bersepeda bukan keahlian saya. Tapi harus dilakukan karena saya harus turun dari bukit ini….


Ditengah jalan menurun, kami berhenti lagi untuk istirahat dan mendengarkan penjelasan dari pak Alias mengenai binatang yang ada di area perkebunan ini seperti sapi, ular, monyet dan jenis binatang lainnya.


Sambil beristirahat mendengarkan penjelasan, kami sempat mengambil foto seorang bapak yang sedang membawa makanan untuk ternaknya dan mencicipi buah-buahan yang diambilkan oleh pak Mamat dari pohon yaitu buah Duku. Ach….manis sekali rasanya…

Setelah menuruni bukit sekitar 30 menit, akhirnya kami tiba di ujung pagar pembatas. Kami harus memanjat pagar agar bisa berada di jalan raya kembali.


 Sebelum kembali ke base camp kami istirahat di peternakan burung wallet. Bisa dilihat di belakang foto Oris ada bangunan Ruko berwarna kuning . Itulah tempat peternakan sarang burung wallet.


Kemudian perjalanan masih dilanjutkan sekitar 15 menit untuk bisa tiba di base camp pak Alias.

Setelah bersepeda selama hampir 4 jam, akhirnya kami tiba di base camp dan istirahat dengan meluruskan kaki dan betis yang rasanya sangat sakit dan berdenyut-denyut akibat luka.

Sambil duduk saya merenung dan mengagumi cara kerja pak Alias yang sangat profesional yang sangat mempromosikan Negara tercintanya Malaysia.
Bagaimana dengan saya ? rasa bersalah yang timbul karena seharusnya saya berada di Indonesia saat ini merayakan dan merenungkan arti Kemerdekaan untuk bangsa Indonesia.
Tapi, walaupun berada di Malacca dan merasakan begitu banyak keindahan disini, saya tetap rindu dan ingin segera pulang ke Jakarta.

SELAMAT HARI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 2014…


BYE HOTMOM