THE MORE YOU EXPLORE! THE MORE YOU KNOW YOURSELF!

Keep inspired, keep the spirit on HOTMOM!

Be BRAVE, be a HOTMOM!

Learn to take care of yourself before you start taking care of others! Travel and explore! Be sure to keep everyone save!

Figure out whether you're a HOTMOM or not by reading this blog!

To live your life to the fullest! We must break the ordinary!

Sunday, November 9, 2014

MY TRIP TO LONDON & PARIS (Part 1 : Pengurusan Visa & Persiapan)

Salam Cinta HotMom,


Terbayang keruwetan yang akan kita alami pada saat akan mengurus visa perjalanan ke luar negeri. Selain dokumen yang harus dipersiapkan, belum lagi antrian di kantor kedutaan selama berjam-jam dipinggir jalan membuat kita sudah merasa malas untuk mengurusnya. Akhirnya pilihan kita jatuh kepada travel agent karena keterbatasan waktu yang kita miliki dan lebih efisien.

Namun saat ini pendaftaran visa ke luar negeri sudah dapat dilakukan dengan  mudah secara online. Hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk mengisi formulir yang ada, maka visa sudah siap untuk diurus.

Pada minggu ini, saya akan berbagi cerita mengenai perjalanan saya ke London dan Paris yang dimulai dengan proses pengurusan visa sampai dengan pengalaman perjalanan saya selama 11 hari di 2 negara tersebut.

PROSES PENDAFTARAN VISA LONDON-UK
Seperti yang sudah saya informasikan diatas bahwa pendaftaran visa dapat dilakukan secara online, maka Hotmom bisa mendaftarkan diri melalui situs http://www.vfsglobal.co.uk  


Melalui situs ini Hotmom akan mendapatkan informasi lengkap mengenai persyaratan aplikasi, cara mengisi aplikasi sampai kepada pengaturan waktu untuk interview bisa kita tentukan sendiri sesuai schedule yang kita inginkan.





BIAYA APLIKASI
Biaya aplikasi untuk pengurusan visa UK normalnya sekitar Rp. 1.400.000 dan langsung dibayarkan melalui credit card pada saat mengisi aplikasi via online. Visa normal ini akan selesai sekitar 10 hari kerja apabila semua persyaratan sudah lengkap.

Namun karena saya masih harus mengurus visa Schengen untuk tujuan Paris, maka saya mengajukan pengurusan visa ekspres dengan membayar biaya tambahan sebesar Rp. 2.100.000 untuk proses pengurusan maksimal 5 hari sudah selesai.
Biaya tambahan pengurusan visa ekspres ini dilakukan langsung saat penyerahan dokumen visa ke kantor VFS Global di Kuningan City, lantai 4, Kuningan, Casablanka, Jakarta. Pembayaran biaya ekspres harus dengan tunai.

PENYERAHAN DOKUMEN
Proses penyerahan dokumen sangat rapi dan teratur di VFS Global. Kita diberikan nomor antrian oleh petugas, kemudian menunggu nomor kita dipanggil di layar TV yang disediakan. Setelah dokumen kita serahkan kita menunggu kembali dipanggil untuk Biometri, yaitu proses pengambilan sidik jari dan foto.

Dokumen yang  yang harus kita persiapkan antara lain :

Bukti bookingan tiket pesawat dan hotel selama di luar negeri.
Bookingan ini bisa kita lakukan secara fiktif apabila kita belum memiliki kepastian tanggal keberangkatan. Semua dapat dilakukan melalui online atau dengan bantuan travel agent apabila kita tidak ingin repot.
Untuk keberangkatan saya ke London, tiket saya booking melalui Garuda dan hotel saya booking melalui situs https://www.airbnb.com. Situs ini sangat saya rekomendasikan karena Hotmom bisa memilih apakah ingin tinggal di apartemen atau di rumah yang disewakan oleh pemiliknya dan dapat memilih di area mana kita ingin tinggal. Dan yang juga menarik adalah penawaran harga yang kompetitif.


Persyaratan lainnya yang harus kita penuhi adalah pas foto , rekening Koran dan surat referensi kantor apabila kita bekerja di salah satu kantor tertentu. Untuk persyaratan ini saya mendapatkan surat referensi dari kantor dan menggunakan rekening Koran kantor sehingga proses pengajuan visa dapat berjalan dengan lancar karena kantor tempat saya bekerja menjamin perjalanan liburan saya.
Setelah kedua proses ini selesai, kita tinggal menunggu konfirmasi melalui email kapan kita visa kita selesai dan paspor bisa kita ambil kembali.


PROSES PENDAFTARAN VISA SCHENGEN
Setelah visa UK saya selesai, kemudian saya mengajukan aplikasi lagi visa online untuk visa Schengen tujuan Paris melalui situs https://www.tlscontact.com.


Semua kebutuhan dokumennya sama dengan pengajuan visa ke UK, hanya saja untuk visa tujuan Paris diperlukan asuransi perjalanan. Asuransi perjalanan ini dapat diurus di travel agent . Saya mengurus asuransi perjalanan ini di salah satu travel agent yang ada di Senayan City dengan membayar premi sesuai kebutuhan kita. Pilihan preminya mulai dari Rp. 350.000 – Rp. 1.500.000,.

Untuk kebutuhan tiket dan hotel saya juga menggunakan bookingan yang sama dengan pengajuan saya ke UK.

Biaya aplikasi pengurusan visa Schengen ini adalah Rp. 1.200.000 , maksimal 7 hari dan tidak ada yang ekspres.

Kantor TLS Contact ini berada di daerah Mega Kuningan . Alamat lengkapnya bisa Hotmom baca di situsnya.


BOOKING HOTEL
Setelah kedua visa selesai saya urus, baru saya mencari apartemen yang akan disewa melalui situs airbnb. Sangat mudah dan efektif menggunakan situs ini dimana Hotmom dapat memilih sendiri tipe apartemen seperti apa, memilih lokasinya dan harga yang sesuai dengan budget kita. Hotmom juga dapat berkomunikasi dengan pemilik apartemen melalui email.
Informasi mengenai airbnb ini saya dapatkan dari teman kantor yang sering melakukan perjalanan ke luar negeri.

MENGATUR AGENDA PERJALANAN

Karena biaya perjalanan ke London dan Paris tidaklah murah, maka hal penting lainnya sebelum melakukan perjalanan adalah mengatur agenda kunjungan wisata selama berada di kedua Negara tersebut.
Informasi mengenai London dan Paris saya cari melalui internet. Disamping itu saya banyak bertanya kepada teman-teman yang sudah pernah berangkat kesana. Tidak hanya soal agenda, saya juga bertanya mengenai cuaca, kebiasaan dan jenis pakaian apa yang sebaiknya saya bawa.

Dari sahabat saya Dien, saya mendapatkan informasi sangat lengkap dan berguna khususnya bagi saya yang baru pertama kali kesana, antara lain :
·      Tujuan wisata yang harus dikunjungi
·      Dimana lokasinya
·      Restaurant terkenal
·      Tempat shopping
·      Pasar tradisional, dll

Informasi yang Dien berikan kemudian saya lengkapi dengan mencari informasi detilnya di internet, yaitu :
·      Dimana lokasinya
·      Menggunakan transportasi apa kesana
·      Berapa biayanya sampai kepada sejarah tempat tersebut.

Saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu saya di London & Paris untuk browsing. Jadi semua informasi sudah saya siapkan sejak saya masih di Jakarta.

HotMom,

Apabila Hotmom bisa melihat langsung isi tas saya saat perjalanan ke London dan Paris,  isi tas saya  adalah informasi perjalanan yang akan saya kunjungi dengan total halaman hampir 10 lembar.

Penting buat kita untuk mencari informasi terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan karena hal ini akan sangat membantu selama kita bepergian.
Smartphone atau android yang kita punya sebaiknya dimanfaatkan karena gadget tersebut sangat berguna untuk mencari informasi yang kita inginkan.

Dibawah ini adalah sahabat saya Dien yang banyak membantu saya memberikan informasi sebelum keberangkatan saya ke London & Paris.




BYE HOTMOM

Saturday, November 1, 2014

SURGA BUKU @PASAR PALASARI, BANDUNG


Salam Cinta HotMom,

Saat tiba di Jalan Palasari Bandung, sesaat saya teringat kembali bahwa tempat ini dulu sering saya kunjungi untuk mencari buku-buku pelajaran yang saya butuhkan saat SMA. Itu ditahun 1984 atau 30 tahun yang lalu. Tidak ada yang berubah dari tempat ini….
Palasari merupakan lokasi yang cukup terkenal bagi pecinta buku di kota Bandung. Sudah ada ratusan kios kecil di kawasan ini yang menyediakan berbagai buku bekas dan buku baru. Kita bisa mencari beragam buku, novel, komik, atau majalah di pasar buku ini. Pasar buku Palasari sudah ada di Jalan Palasari sejak tahun 1980. Di bagian dalamnya terdapat pasar tradisional.
Saya menceritakan kepada Oris bahwa disinilah tempat saya banyak memiliki kenangan saat SMA. Saya mengajak Oris mengeksplor area dalam dari Pasar Palasari terlebih dahulu, yaitu ke area pasar tradisionalnya sebelum melihat koleksi buku yang tersedia disini.


Sebelum masuk ke area pasar tradisional, terlihat keramaian diluar yang membuat saya tertarik untuk melihat apa yang dijual oleh bapak pedagang…..
Ternyata ibu-ibu ramai membeli Es Cincau untuk dibawa pulang maupun untuk diminum disana. Sayapun membeli es tersebut dengan harga Rp. 5000/porsi untuk saya bawa pulang.


Masuk ke dalam pasar, kami membeli beras merah organik dan sayur-sayuran seperti kentang, tomat, wartel, dll dengan harga yang murah dan semua sayurannya masih sangat segar.


Sampai di sisi belakang pasar, kami menemukan seorang ibu penjual ikan pindang. Kami pun tergerak untuk membelinya karena ikannya terlihat besar-besar dan bagus. Kami beli dengan harga Rp. 35.000 per ekor.

Setelah puas berbelanja untuk kebutuhan 1 minggu yang akan kami bawa pulang ke Jakarta, kami pun keluar menuju area penjualan buku.


Palasari menyediakan buku-buku yang relatif murah dibandingkan yang dijual di toko buku lain. Buku di Palasari sebagian merupakan buku bekas atau bajakan. Walau begitu, kita tetap bisa mendapatkan buku yang memang asli diproduksi oleh penerbit resmi. Hasil pembicaraan saya dengan beberapa pedagang, ternyata buku bekas yang banyak dibeli oleh konsumen.

Kita bisa melakukan tawar menawar pada buku yang kita inginkan, terutama ketika di kios-kios. Banyak buku bekas yang bisa kita beli dengan harga sangat murah. Buku bajakan yang sudah tidak terbit lagi juga masih bisa kita jumpai di Palasari. Kita harus rajin berkeliling kios jika buku yang kita inginkan ternyata susah ditemukan.

The 11th Immutable Laws Of Internet Branding adalah buku pilihan saya yang saya beli dengan harga Rp. 20.000. Buku ini diterbitkan oleh Hermawan Kertajaya yang membahas mengenai Internet Branding .Karena saya bekerja di media online, maka buku ini sangat memberikan inspirasi buat saya baca.


Di salah satu toko saya melihat banyak ibu-ibu berkumpul dan saya tertarik untuk ikut melihat ada apa disana sehingga membuat para ibu berkumpul. Tidak disangka, ternyata para ibu sedang menunggu buku-buku mereka dibungkus sampul plastik supaya rapi.

HotMom,


Palasari sudah terkenal, tidak hanya di kota Bandung, bahkan bagi para wisatawan asing. Banyak orang luar negeri yang berburu buku lama di Palasari. Berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, dosen, guru, pelajar, hingga ibu rumah tangga berkunjung ke Palasari setiap harinya. Di Pasar Palasari juga tersedia berbagai warung makan sehingga pengunjung bisa melepaskan rasa dahaga atau mengisi perut setelah berkeliling Palasari.

Banyak pengalaman yang saya rasakan bersama Oris disini. Kehidupan di Jakarta membuat kami jarang atau bahkan tidak pernah berbelanja di pasar tradisional. Kami lebih memilih berbelanja di salah satu super market yang ada di dekat rumah yang juga menyediakan bahan-bahan makanan mentah yang harganya jauh lebih mahal dari pasar tradisional. Membeli bukupun kami ke toko buku yang ada di salah satu mall.

Tidak ada salahnya apabila sedang berada di Bandung, Hotmom datang untuk melihat-lihat ke pasar Palasari Bandung yang terkenal sebagai surga buku.



BYE HOTMOM!

Sunday, October 12, 2014

ALAM SEGAR @LEMBAH BOUGENVILLE, BANDUNG




Salam Cinta HotMom,

Kembali ke alam segar adalah liburan yang dicari oleh masyarakat perkotaan. Hiruk pikuk kota besar, kemacetan, polusi, membuat mayoritas keluarga mencari tempat yang nyaman dengan udara segar yang dikelilingi oleh banyak pepohonan. Apabila kriteria ini yang dicari oleh Hotmom, maka tidak ada salahnya Hotmom berkunjung ke Lembah Bougenville Resort di Bandung.


Belum banyak yang mengetahui lokasi Lembah Bougenville Resort ini. Kami sangat beruntung mendapatkan informasi dari seorang sahabat yang tinggal di Bandung.

Lokasinya dekat dengan Maribaya, tempat rekreasi yang sangat popular dikunjungi oleh wisatawan. Apabila Hotmom sudah menemukan lokasi Maribaya, perjalanan tinggal dilanjutkan sekitar 3 km lagi maka akan bertemu dengan Lembah Bougenville Resort.
Setelah menemukan papan nama Lembah Bougenville Resort, kita akan memasuki jalan setapak ke area perumahan. Jalannya hanya cukup untuk 2 kendaraan dengan kondisi yang tidak terlalu mulus. Hanya sekitar 200 meter masuk ke dalam kita akan menemukan area parkir yang sangat luas disana….


Terdapat penjual sayur-sayuran segar di area parkir mobil yang cukup menarik perhatian. Sebelum masuk ke dalam area rekreasi, kami menyempatkan diri untuk melihat-lihat dan membeli beberapa makanan, seperti ubi yang sudah dibakar, jagung rebus dan makanan kecil lainnya untuk dibawa kedalam .

Dengan membayar karcis Rp. 20.000/orang, kami sudah bisa menikmati area yang begitu luas yang ditata begitu indah.


Dari pintu masuk terlihat pemandangan ke bawah lembah yang dipenuhi dengan pepohonan. Ada 2 pilihan untuk turun kebawah, yaitu dengan berjalan kaki mengitari lembah atau menggunakan kendaraan yang disediakan oleh Lembah Bougenville Resort. Kami memilih turun dengan berjalan kaki agar bisa melihat pemandangan dan fasilitas yang ada di area ini.



Beginilah pepohonan yang sangat tinggi dan asri yang mengitari area rekreasi ini. Udaranya sangat segar dan sejuk. Jalan aspal dibuat tidak licin sehingga kita tidak perlu khawatir saat menuruni lembah.


Bunga-bunga dan pepohonan yang ditata sepanjang pinggir jalan menurun ke bawah membuat suasana menjadi tambah segar dan berwarna.

Tiba dibawah , kita akan bertemu dengan lapangan hijau luas yang menghubungkan antara vila satu dengan yang lainnya dan sebagai tempat bermain untuk anak-anak dan keluarga.


Area rekreasi dan coffee shop atau ruang makan yang sangat besar didesign dengan memanfaatkan kayu sebagai bahan utama bangunan.


Yang sangat menarik adalah selasar-selasar yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang membuat area rekreasi menjadi sangat indah dan asri.


Diantara selasar terdapat gazebo yang dapat dimanfaatkan pengunjung sebagai tempat beristirahat. Juga terdapat mushola yang dilengkapi dengan kamar mandi dan tempat berwudhu.


Sampai di area paling bahwa terdapat berbagai macam permainan, antara lain :
·      Area pemancingan
·      Kolam ikan mas
·      Flying Fox dan area bermain lainnya


HotMom,

Sangat menyenangkan liburan bersama keluarga di Lembah Bougenville Resort karena lokasinya yang luas, alamnya yang penuh dengan pepohonan dan udara yang segar ditambah dengan fasilitas bermain untuk anak dan keluarga membuat kita betah berlama-lama berada di tempat ini.
Silahkan berkunjung ke lokasi ini karena tidak akan Hotmom temukan area rekreasi yang seperti ini di Jakarta…..


BYE HOTMOM








FUN NIGHT @JONKER STREET


Salam Cinta HotMom,

Banyak cerita tentang Jonker Street dan review melalui Trip Advisor mengenai daerah ini dimana semuanya memberikan penilaian yang sangat bagus. Oleh karena itu sayapun tertarik untuk datang kesini bersama anak saya Oris dimana anak saya memang sedang kuliah di Kuala Lumpur. Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Malacca hanya 2 jam mengunakan kendaraan dengan melalui jalan tol. Sangat mudah perjalanan kami karena Oris menggunakan Waze sebagai penunjuk arahnya.

Tidak ingin berlama-lama di hotel, kamipun mulai mencari jalan menuju Jonker Street yang lokasinya tidak jauh dari hotel tempat kami menginap.


Jonker Street – adalah jalan pusat Chinatown - pernah terkenal karena banyak toko-toko antic disini. Namun selama bertahun-tahun itu telah berubah menjadi penjualan pakaian, kerajinan , serta restoran.
Saya dan Oris tiba di Jonker sore hari sekitar jam 6.30 dimana matahari sudah mulai terbenam. Oleh karena para pedagang masih bersiap-siap maka kamipun berjalan kaki mengelilingi area sekitar Jonker Street.


Kami menemukan area perumahan dengan nama “Kampung Ketek”…hahaha…mungkin maksudnya adalah kampung kecil karena jumlah perumahan yang ada di area tersebut hanya sedikit.
Banyak sekali tempat bersejarah dan spot yang sangat bagus untuk berfoto disini sehingga kami lupa untuk mempelajari lebih jauh tentang bangunan bersejarah yang ada.


Kami berjalan kaki sangat jauh mengelilingi area sekitar Jonker Street. Panduan yang kami baca adalah bahwa kami harus mengunjungi Malacca River, Gereja Merah, Museum dan bangunan bersejarah lainnya yang lokasinya berada di sekitar Jonker Street.
Kami sengaja menunggu malam untuk menjajaki Jonker Street karena katanya hiruk pikuk Jonker Street adalah pada saat malam tiba.


Setelah mengitari Gereja Merah kami mulai menyusuri pinggiran sungai menuju tempat pemberhentian kapal pesiar yang akan membawa kami berkeliling mengitari Malacca River selama 40 menit dengan harga tiket 20RM per orang.


Banyak pemandangan indah yang kami lihat saat mengitari Malacca River sembari mendengarkan penjelasan sejarahnya melalui rekaman dan pengeras suara.


Sepanjang sungai terdapat jembatan yang sangat indah, tempat hiburan , juga ada restoran Medan Selera yang terlihat ramai dikunjungi orang.


Yang menarik perhatian saya adalah dinding-dinding hotel bertingkat yang dilukis dengan berbagai macam karakter menciptakan kesan tersendiri bagi yang memandangnya saat mengitari sungai.


Yang tidak kalah menariknya adalah pemerintah setempat tetap mempertahankan rumah adat Malacca yang dijadikan museum dimana turis dapat melihat kehidupan penduduk asal kota Malacca jaman dahulu secara nyata.


Setelah selesai menyusuri Malacca River, kami kembali berjalan kaki melewati Gereja Merah menuju Jonker Street. Dari kejauhan sudah terdengar hiruk pikuk suara bising baik dari suara pengunjung, klakson mobil maupun suara musik dari panggung hiburan.
Sebelum menuju Jonker Street saya menyempatkan berfoto di depan becak-becak yang dihias dengan sangat meriah oleh pemiliknya. Ternyata becak-becak ini merupakan salah satu daya tarik bagi turis sebagai kendaraan yang digunakan untuk mengitari area Jonker Street.


Beginilah pemandangan di Jonker Street….panggung hiburan dan turis yang lalu lalang di jalan ini memadati jalan yang lebarnya tidak lebih dari 5M saja karena sudah dipenuhi oleh para penjual.


Bagian terbaik dari Jonker Street adalah pasar malam pada hari Jumat dan Sabtu yang menjual segala sesuatu mulai dari makanan yang sangat lezat sampai kenang-kenangan yang harganya sangat murah.
Oris menyempatkan diri mengambil foto para pedagang dengan berbagai ekspresi wajahnya……


Setelah puas menyusuri Jonker Street selama hampir 2 jam dan menikmati panggung musik yang menyanyikan lagu Bengawan Solo dalam bahasa Mandarin, kamipun mulai merasa lapar dan mencoba mencari makanan yang tentunya Halal. Inilah menu makan malam kami…..enak sekali…..


Tidak terasa hampir 6 jam lamanya  kami habiskan waktu disini mengeksplor tempat wisata di area Jonker Street di Malacca dan waktu menunjukkan sudah  hampir jam 12 tengah malam tapi pengunjung malah semakin ramai.
Inilah daya tarik Jonker Street bagi para turis mancanegara…..

Hotmom, senang bisa berada disini bersama keluarga karena banyak hal yang bisa dipelajari disini mulai dari sejarahnya, bangunan ibadah dari berbagai agama, museum dan tempat hiburan kumpul menjadi satu sehingga kita tidak perlu kemana-mana lagi.

Semoga Hotmom berkesempatan untuk mengunjungi Jonker Street di Malacca.

BYE HOTMOM

Sunday, October 5, 2014

Merayakan Hari Kemerdekaan @Malacca

Salam Cinta HotMom,



Di usia saya yang 46 tahun pada tanggal 18 Agustus ini , sebelumnya saya tidak pernah melewatkan tontonan televisi di pagi hari setiap upacara hari Kemerdekan RI yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Namun kali ini saya berada di Malacca bersama anak saya Oris untuk menikmati liburan dan Ulang Tahun saya di Kuala Lumpur. Tidak ada tontonan upacara Kemerdekaan maupun melihat Bendera Indonesia Merah Putih yang biasanya sudah terpasang di depan rumah.

Yang kami lakukan pada tanggal 17 Agustus ini adalah mengikuti program bersepeda yang ditawarkan melalui brosur di Hotel pada saat kami check in di hotel Swan Garden Malacca. Pada brosur tercantum bahwa program ini merupakan program favorite di Trip Advisor dan masuk dalam liputan Lonely Planet. Dengan membayar 100RM per orang kamipun mengikuti program ini.


Tepat jam 9 pagi tanggal 17 Agustus yang jatuh pada hari minggu, kami sudah dijemput oleh pak Alias dengan kendaraannya dan dibawa menuju area berkumpul di daerah perkebunan kelapa sawit di Malacca. Ini adalah rumah tempat tinggal pak Alias dimana dia mengelola sendiri usaha bersepeda ini dibantu satu orang staffnya. Rumahnya sangat luas dengan gudang tempat penyimpanan sepeda yang terletak di halaman depan rumahnya.


Kami berjumlah 13 orang dan saling berkenalan satu dengan yang lainnya sebelum program bersepeda dimulai. Peserta ada yang berasal dari German, Italy, Perancis dan Singapore. Hanya kami berdua yang berasal dari Indonesia.


Setelah diberikan briefing oleh pak Alias mengenai penggunaan sepeda, route bersepeda, peringatan bahaya, dan lain-lainnya, maka kamipun berangkat dengan semangat yang menggebu-gebu…


Setelah 15 menit bersepeda memasuki perkebunan karet kami berhenti untuk mendengarkan informasi yang disampaikan oleh pak Alias. Dia menjelaskan tentang perkebunan Karet yang ada disana. Berapa luasnya, kemana saja di ekspor, siapa saja yang bekerja disana sampai kepada proses kerjanya. Pak Alias memperlihatkan dan menjelaskan secara detil proses pengerukan getah karet. Getah karet yang tersisa dibuat mainan bola oleh pak Alias dan diberikan kepada kami….


Setelah menjelaskan seputar perkebunan karet kami melanjutkan bersepeda dengan mendaki bukit yang penuh dengan bebatuan dan jalan berlumpur. Malacca diguyur hujan sehari sebelumnya sehingga tanah disana menjadi becek.
Setelah susah payah mengayuh sepeda mendaki bukit kamipun berhenti untuk mendengarkan penjelasan selanjutnya dari pak Alias. Di tempat kami berhenti ini terdapat perkebunan buah-buahan seperti buah Duku, Manggis, Pepaya, Rambutan, Durian dan tanaman sayur-sayuran seperti ubi dan singkong.


Sejuk sekali udara disini…. Lelah dan keringat yang bercucuran karena mendaki hilang begitu tiba di lokasi ini. Oleh karena saya dan Oris sudah terbiasa dengan jenis buah-buahan yang dijelaskan, maka kamipun menyempatkan untuk berfoto selagi pak Alias memberikan penjelasan kepada seluruh peserta.


Perjalanan akhirnya diteruskan setelah peserta mencoba dan mengabadikan semua buah-buahan yang dijelaskan oleh pak Alias.

Perjalanan dilanjutkan dengan mendaki dan memasuki area hutan tanpa terlihat lagi jalan setapak yang menjadi area bersepeda kami. Saya cedera kena duri daun kelapa sawit yang melintang di area hutan sedangkan Oris cedera terkena batu. Berdua kami mengalami luka sobek pada jari-jari kaki.
Dengan susah payah dan nafas yang tersengal-sengal berjuang naik ke atas bukit akhirnya kami berdua tiba di urutan terakhir ditemani oleh pak Mamat asisten pak Alias.
Dari atas bukit ini terlihat betapa luasnya perkebunan kelapa sawit yang ada….


Setelah beristirahat selama 10 menit, persoalan mulai muncul karena kami harus menuruni bukit. Pak Alias kemudian memberikan arahan apa saja yang harus kami lakukan saat menuruni bukit. Saya sangat khawatir karena bersepeda bukan keahlian saya. Tapi harus dilakukan karena saya harus turun dari bukit ini….


Ditengah jalan menurun, kami berhenti lagi untuk istirahat dan mendengarkan penjelasan dari pak Alias mengenai binatang yang ada di area perkebunan ini seperti sapi, ular, monyet dan jenis binatang lainnya.


Sambil beristirahat mendengarkan penjelasan, kami sempat mengambil foto seorang bapak yang sedang membawa makanan untuk ternaknya dan mencicipi buah-buahan yang diambilkan oleh pak Mamat dari pohon yaitu buah Duku. Ach….manis sekali rasanya…

Setelah menuruni bukit sekitar 30 menit, akhirnya kami tiba di ujung pagar pembatas. Kami harus memanjat pagar agar bisa berada di jalan raya kembali.


 Sebelum kembali ke base camp kami istirahat di peternakan burung wallet. Bisa dilihat di belakang foto Oris ada bangunan Ruko berwarna kuning . Itulah tempat peternakan sarang burung wallet.


Kemudian perjalanan masih dilanjutkan sekitar 15 menit untuk bisa tiba di base camp pak Alias.

Setelah bersepeda selama hampir 4 jam, akhirnya kami tiba di base camp dan istirahat dengan meluruskan kaki dan betis yang rasanya sangat sakit dan berdenyut-denyut akibat luka.

Sambil duduk saya merenung dan mengagumi cara kerja pak Alias yang sangat profesional yang sangat mempromosikan Negara tercintanya Malaysia.
Bagaimana dengan saya ? rasa bersalah yang timbul karena seharusnya saya berada di Indonesia saat ini merayakan dan merenungkan arti Kemerdekaan untuk bangsa Indonesia.
Tapi, walaupun berada di Malacca dan merasakan begitu banyak keindahan disini, saya tetap rindu dan ingin segera pulang ke Jakarta.

SELAMAT HARI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 2014…


BYE HOTMOM