Adam Putra Laksana



IBU

Pertama kali kutatap indah dunia
Dirimu lah yang mewakili
Jemari lembut yang menyentuhku dengan cinta
Takkan pernah terlewatkan olehku

Tercelanya aku saat membalas cintamu dengan nafsuku
Bilamana aku menuntut,
tak kusadari butir peluhmu berusaha mewujudkan kebutaanku
Walau kadang terlintas, tetapi aku lebih mempedulikan Maluku

Pada akhirnya aku mengerti,
Bahwa apapun yang kurasakan takkan sebanding dengan rasamu
Hutangku padamu tidak akan pernah terbayar
Hanya doa dan baktiku padamu yang direstui-Nya lah yang bisa kuberikan padamu

Karena kau adalah Ibuku,malaikat abadiku.

0 comments:

Post a Comment