THE MORE YOU EXPLORE! THE MORE YOU KNOW YOURSELF!

Keep inspired, keep the spirit on HOTMOM!

Be BRAVE, be a HOTMOM!

Learn to take care of yourself before you start taking care of others! Travel and explore! Be sure to keep everyone save!

Figure out whether you're a HOTMOM or not by reading this blog!

To live your life to the fullest! We must break the ordinary!

Saturday, June 6, 2015

BANYUWANGI “SUNRISE OF JAVA” - DAY 1


Salam Cinta HotMom,


 Terkesan dengan Bandung saat konferensi Asia Afrika, kota berikutnya yang saya kunjungi adalah Banyuwangi. Festival Banyuwangi yang digagas oleh Bapak Bupati Azwar Anas membuat saya penasaran seperti apa kotanya, budayanya, makanannya dan hal menarik lainnya yang saya dapatkan melalui website. Kerjasama yang dilakukan kantor saya dengan Banyuwangi akhirnya mengantarkan saya ke kota ini. 5 hari disini membuat saya memiliki waktu yang sangat banyak untuk eksplorasi termasuk melihat kegiatan International Tour De Ijen yang dilaksanakan setiap tahun.


BANDARA BLIMBINGSARI




Seperti kota kabupaten lainnya, bandara disini berukuran kecil karena frekuensi penumpang yang datang dan pergi tidak terlalu ramai. Namun apabila dilihat bangunan bagian belakang, bandara Blimbingsari akan dibangun dengan sangat indah. Pak Anas banyak melakukan pembangunan disana sini saat dia mulai menjabat sebagai Bupati Banyuwangi. Salah satunya adalah bandara Blimbingsari ini.


RESTORAN IBUNDA


 Driver yang bernama Budi sudah menunggu saya di bandara. Saya bertanya dimana restoran khas Banyuwangi yang dekat bandara untuk makan siang. Spontan mas Budi mengatakan bahwa dia akan membawa saya ke restoran favorite pak Anas, yaitu restoran Ibunda. Sebenarnya saya tidak percaya bahwa ini adalah restoran favorite pak Anas, tapi saya ikut saja ke restoran Ibunda ini dan makan siang disana.




Jenis masakannya berkuah seperti gulai ikan, gulai daging, sayuran bersantan dan goreng-gorengan. Namun yang menjadi khas dan dicari orang saat datang ke restoran ini adalah “Botok Tawon”.



Penasaran dengan namanya sayapun mencoba Botok Tawon ini.
Ternyata benar rasanya sangat enak. Tawon dimasak dengan menggunakan belimbing sehingga ada paduan rasa asam dan manis.
Saya tidak menemukan informasi Botok Tawon ini melalui internet, dan saya sangat berterima kasih kepada mas Budi bahwa dia merekomendasikan saya makan di restoran Ibunda.

ISI KOPER HOTMOM


Setibanya di hotel, saya mulai mengatur barang-barang yang saya bawa. Penerbangan dari Jakarta – Surabaya, bagasi saya tepat 15 kg dan dari Surabaya ke Banyuwangi dikenakan biaya karena kelebihan berat 5 kg. Perjalanan dari Surabaya ke Banyuwangi menggunakan pesawat kecil dimana maksimal bagasi per orang hanya 10 kg.
Yang saya bawa antara lain adalah gift buat teman-teman di Banyuwangi, pakaian, toiletries dan 3 proposal untuk pemda .

SEGO TEMPONG  MBO NAH


Setelah check in di hotel dan bersih-bersih, saya bersiap-siap menuju hotel tempat tim Merdeka.com dan wartawan lainnya yang meliput kegiatan International Tour De Ijen berkumpul.
Saya berkenalan dengan ajudan Bupati yang ternyata masih muda, tampan dan low profile. Bersama dengan rombongan wartawan dari media lain kami pergi untuk makan malam. Restoran pilihan kami adalah restoran yang menyajikan makanan Sego Tempong. Ajudan membawa kami ke restoring Sego Tempong Mbo Nah.


Saat kami tiba, restoran ini sudah penuh dengan antrian pembeli.
Restorannya sangat sederhana yang terbagi 2 bagian, yaitu di sisi kiri untuk take away dan sisi kanan untuk pembeli yang akan makan disana.


Tempat duduk yang disediakan berupa kursi-kursi kayu panjang yang tersebar di beberapa tempat.
Saya mengambil foto teman-teman dari Merdeka.com bersama ajudan bupati. Senang jalan bersama mereka karena selalu penuh tawa.


Nasi tempong atau akrab dengan sebutan Sego tempong adalah makanan khas Banyuwangi berupa kumpulan sayuran yang sudah direbus seperti bayam, kenikir dan daun kemangi dan lauk tahu, tempe, bakwan jagung goreng, dan ikan jambal goreng tepung. Nasi ini kemudian disiram dengan sambal kacang. Ciri khasnya adalah bau kencur yang sangat terasa dari sambalnya. Namun ada pula yang menggunakan sambal terasi yang juga sangat pedas.

PENDOPO BUPATI 


Selesai makan malam di restoran Sego Tempong Mbo Nah, ajudan mengajak kami ke Pendopo untuk bertemu dengan Bupati Azwar Anas. 
Kami dibawa berkeliling mengelilingi pendopo. Areanya sangat luas dan indah dihiasi lampu-lampu lampion putih dan lampu taman.

Pendopo Sabha Swagata Blambangan adalah rumah dinas Bupati Banyuwangi.  Bangunan ini terletak di kawasan Taman Sritanjung (dulu bernama Lapangan Tegal Masjid).
Kawasan ini dahulu adalah kawasan yang diistilahkan sebagai "sistem pemerintahan macapat" dimana Lapangan Tegal Masjid (Taman Sritanjung) sebagai tempat berkumpulnya warga (alun-alun) terdapat di tengah-tengah, lalu Pendopo sebagai pusat pemerintahan di sisi utara lapangan, Masjid Jami’ sebagai tempat ibadah di sisi barat lapangan, penjara sebagai perlambang keamanan (kini menjadi Mall of Sritanjung) di sisi timur lapangan dan Pasar Banyuwangi sebagai pusat kegiatan ekonomi di sisi selatan lapangan.


Ruang demi ruang dijelaskan oleh ajudan dan saya tertarik dengan kasur merah yang berada di luar kamar di bangunan paling belakang pendopo.
Penjelasan dari ajudan adalah bahwa kasur merah ini merupakan tradisi dari masyarakat Banyuwangi yang disebut dengan Mepe Kasur (menjemur kasur).

Tradisi  mepe kasur digelar oleh warga Osing (penduduk asli Banyuwangi) di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Tradisi ini digelar sebelum pelaksanaan ritual adat Tumpeng Sewu, sebuah tradisi makan tumpeng dengan lauk khas lokal secara bersama-sama sebagai wujud syukur kepada Tuhan.
Kasur kombinasi warna merah hitam dijemur di depan masing-masing rumah warga desa Kemiren yang dipercaya sebagai lambang tolak bala penyakit dan keutuhan rumah tangga.

BERTEMU BUPATI AZWAR ANAS


Bapak bupati sangat baik dan sederhana. Dengan menggunakan sarung setelah selesai sholat Isya, beliau datang menghampiri kami yang sudah menunggu di salah satu ruang di pendopo.

Beliau sangat ramah dan berusaha sebaik mungkin menjamu tamunya dengan menyediakan berbagai macam buah-buahan seperti pisang, jeruk dan durian. Kopi khas Banyuwangi juga tidak lupa disajikan.
Banyak hal yang kami bicarakan mulai dari sejarah Banyuwangi sampai kepada  rencana pengembangan kota .



Setelah hampir 1 jam kami berada diluar, pak Anas mengajak kami masuk ke ruang dalam untuk bersama-sama menonton final dangdut akademi dimana salah satu warga Banyuwangi yang bernama Danang berhasil masuk ke 3 besar.
Pak Anas sangat bangga dengan warganya ini dan bercerita mengenai kehidupan dan perjuangan Danang sehingga bisa masuk ke 3 besar.

Sembari teman-teman menonton, saya menikmati dan mengambil foto-foto ruang keluarga yang sangat besar dan nyaman ini.
Pak Anas didampingi putranya saat menonton Danang di televisi.

HOTMOM,

Hari pertama saya di Banyuwangi sangat mengesankan. Saya sudah mencoba Botok Tawon, Sego Tempong dan kopi khas Banyuwangi di pendopo bersama pak Bupati Azwar Anas. Saya juga ikut menyaksikan final dangdut akademi dimana salah satu finalisnya bernama Danang, merupakan putra Banyuwangi.

Tidak terbayangkan sebelumnya bahwa saya akan terbang ke Banyuwangi yang memiliki pesona alam yang sangat indah.

Rencana saya selanjutnya adalah menyempatkan diri ke Pulau Merah, Kawah Ijen dan Taman Nasional disela-sela meeting saya dengan pihak pemerintah daerah setempat.

Tunggu cerita saya mengenai Banyuwangi minggu depan.


Bye Hotmom…..

HAMEED NASI KANDAR

Salam Cinta HotMom,


Rasanya kurang lengkap apabila ke Malaysia tidak makan Nasi Kandar. Dimana-mana restoran Kandar ini selalu ada. Saat saya ke Penang, Malacca, Langkawi , dan Kelantan restoran nasi Kandar sangat mudah ditemui. Ibaratnya seperti restoran Padang di Indonesia yang selalu ada di setiap pelosok kota. Yang membuat tenang karena restoran Nasi Kandar ini 100% Halal. Di episode kali ini saya ingin bercerita mengenai restoran Nasi Kandar Hameed.

RESTORAN NASI KANDAR HAMEED


Saya menyukai restoran ini karena berlokasi di kota baru Putra Jaya yang indah dan bersih. View restoran ini menghadap ke danau buatan yang membuat suasana makan menjadi lebih nyaman.

Disamping itu menu yang ditawarkan lebih banyak variasinya dibandingkan restoran Nasi Kandar lainnya yang ada di Kuala Lumpur. Mulai dari jenis masakan daging, ayam, ikan dan seafood, juga tersedia jenis masakan seperti martabak telor yang sangat mengundang selera.


Menu favorit saya adalah nasi Kebuli ditambah udang dan kepiting goreng yang menggunakan bumbu special. Warna orange kemerahan membuat masakan ini memiliki daya tarik tersendiri. Kualitas bahan makanannyapun sangat prima. Udang yang berukuran besar, kepiting rajungan yang masih manis dan pilihan seafood lainnya yang mengundang selera. Apabila Hotmom menyukai menu kambing, maka disinilah surga makanan bagi penyuka kambing.

Sebagai pendamping makanan, saya memesan minuman Teh Ice, yaitu semacam es teh tarik dimana di Malaysia menyebutnya dengan  Teh Ice. Apabila kita memesan Teh O Ice, maka yang akan datang adalah es teh tawar.


LOKASI RESTORAN HAMEED  


Restoran ini berlokasi di Kota Baru Putra Jaya. Apabila Hotmom menggunakan KL Transit, maka dari KL Central stop di stasiun Putra Jaya Central dengan membayar tiket RM 13 atau sekitar Rp. 46.800. Kemudian dari Putra Jaya Central melanjutkan perjalanan ke Putra Jaya dengan menggunakan Taksi .

Apabila datang beramai-ramai, maka akan lebih efektif menyewa kendaraan karena sewa kendaraan perhari  RM 50 atau sekitar Rp. 180.000 tanpa driver dan bensin.


Pemandangan disini sangat indah karena bentuk dan design bangunan ditata dengan sangat rapi. Kebersihan juga sangat terjaga.  Area ruang luar sangat diperhatikan oleh designer tata kotanya sehingga para turis betah berlama-lama berjalan kaki mengelilingi area sambil berfoto . Pengunjung juga menyempatkan sholat di masjid raya yang ada di Putra Jaya.

Menuju restoran nasi Kandar Hameed, Hotmom tinggal menuruni anak tangga atau escalator ke arah danau buatan. Disana akan terlihat  beberapa restoran berjendela kaca yang salah satunya adalah restoran Nasi Kandar Hameed.

HOTMOM,

Yang membuat restoran Nasi Kandar cocok di lidah kita adalah karena jenis masakan dan bumbu yang mereka gunakan hampir sama dengan kita. Seperti restoran nasi padang di Indonesia, tidak semuanya memiliki rasa yang enak dan pas. Nach, untuk pilihan nasi kandar, saya menyarankan untuk mencoba nasi kandar Hameed di Putra Jaya karena selain makanannya yang enak, pemandangannyapun tidak kalah menarik. Harga memang sedikit mahal karena Putra jaya adalah daerah turis.

Selamat mencoba…!!


 Bye Hotmom…..

BANDUNG LAUTAN MANUSIA

Salam Cinta HotMom,


Ini pertama kalinya saya sengaja berjalan kaki mengitari jalan lengkong besar, Asia Afrika sampai ke jalan Alun-Alun Timur setelah hampir 30 tahun kota Bandung saya tinggalkan dan pindah ke  Jakarta. Konferensi Asia Afrika kali ini sangat berbeda dengan yang sebelumnya. Yang saya ingat dulu adalah pembangunan jalan tol Purbaleunyi untuk mengakomodir kebutuhan para kepala Negara mengunjungi kota Bandung. Selain dari itu tidak ada satupun yang menancap di ingatan saya. Namun kali ini berbeda. Bandung menjadi sangat indah, meriah, dan semarak dengan berbagai acara dan karnaval. Tidak hanya itu, masyarakat Bandung dan sekitarnya turun ke jalan ikut merayakan dan menyaksikan Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan dikotanya sehingga membuat kota Bandung bak Lautan Manusia…
  

KOTA YANG INDAH


Bangga berjalan kaki diantara lautan manusia di jalan Asia Afrika karena kota Bandung saat ini begitu indah. Taman yang ditata dengan baik, lampu jalan yang didesign dengan mengangkat symbol kota Bandung, yaitu Harimau dan bunga gantung yang menghiasi setiap nama jalan serasa berada di luar negeri.



Simbol penunjuk jalan didesign dengan konsep minimalis namun menggunakan warna merah yang mencolok sehingga mudah untuk dibaca oleh pejalan kaki. Di area jalan Alun-alun warna didominasi warna merah.


Yang mengesankan adalah rumput sintetis yang dipasang di taman halaman masjid Agung yang dimanfaatkan oleh pengunjung sebagai tempat kumpul keluarga, bersama sahabat maupun pasangan.


Di setiap sudut jalan selalu ada landmark yang monumental seperti bola Konferensi Asia Afrika dan symbol Harimau yang menjadi kebanggaan kota Bandung yang terbuat dari anyaman. Sungguh hasil karya yang luar biasa.

HARIMAU/MAUNG SIMBOL KOTA BANDUNG


Saya tertarik dengan asal usul Harimau yang dijadikan symbol untuk Kota Bandung. Saya cari informasinya melalui internet dan berikut penjelasannya :

Dalam khazanah kebudayaan masyarakat tatar Sunda, maung atau harimau merupakan simbol yang berkaitan dengan kebudayaan dan eksistensi masyarakat Sunda.  

Simbol maung dalam masyarakat Sunda terkait erat dengan legenda menghilangnya (nga-hyang) Prabu Siliwangi dan Kerajaan Pajajaran yang dipimpinnya pasca penyerbuan pasukan Islam Banten dan Cirebon yang juga dipimpin oleh keturunan Prabu Siliwangi. Konon, untuk menghindari pertumpahan darah dengan anak cucunya yang telah memeluk Islam, Prabu Siliwangi beserta para pengikutnya yang masih setia memilih untuk tapadrawa di hutan sebelum akhirnya nga-hyang. Berdasarkan kepercayaan yang hidup di sebagian masyarakat Sunda, sebelum Prabu Siliwangi nga-hyang bersama para pengikutnya, beliau meninggalkan pesan atau wangsit yang dikemudian hari dikenal sebagai “wangsit siliwangi”.

YANG UNIK DI KONFERENSI ASIA AFRIKA


Tidak hanya kegiatan kenegaraan yang dilakukan di Bandung, tetapi juga kegiatan yang melibatkan keikutsertaan penduduk Bandung untuk merayakannya bersama. Berbagai kegiatan yang unik dan menarik di jalan Asia Afrika ini salah satunya adalah banyak yang bisa dijadikan sarana untuk berfoto oleh pengunjung, antara lain pameran sepeda ontel, para pengendara sepeda ontel yang berkeliaran disana sini, patung para kepala Negara dan bazaar yang disediakan oleh panitia.
Hampir sepanjang minggu saya melihat di Facebook foto teman-teman di area Asia Afrika.

BOLA NEGARA 


Yang menarik lainnya adalah nama Negara di sepanjang jalan dalam bentuk bola yang ditulis dengan huruf berwarna emas.
Saya berfoto di Negara Malaysia karena anak saya kuliah di Negara ini dan berfoto di bola Negara kita Indonesia.

HOTMOM,

Kagum dengan Bapak Ridwan Kamil yang sudah menjadikan kota Bandung begitu indah dan mempesona. Berharap kota-kota lainnya di Indonesia melakukan hal yang sama.

Mari kita dukung bersama dengan menjaga kebersihan dan keindahan kota Bandung  tercinta.

Saya bangga menjadi warga Negara Indonesia….


Bye Hotmom…..

Sunday, May 31, 2015

HOT RESTO @KUALA LUMPUR EPISODE 1

Salam Cinta HotMom,



Setelah 6 bulan absen mengunjungi Kuala Lumpur kota tempat anak saya kuliah, akhirnya tanggal 17 April saya berkesempatan untuk mengunjungi dia lagi. Banyak agenda yang sudah saya persiapkan selama 3 hari di Kuala Lumpur, yaitu menghadiri acara Monophone di Limkokwing University, shopping di Bukit Bintang dan makan makanan favorit khas Malaysia. Sebelum menceritakan kegiatan Monophone yang dikerjakan oleh anak-anak Indonesia yang ada di Malaysia, di episode ini saya akan bercerita mengenai restaurant yang membuat saya selalu kangen untuk kembali ke Malaysia.

RESTORAN NASI AYAM CHEE MENG



Restoran ini berlokasi di Bukit Bintang dan sangat dekat dengan tempat belanja favorit saya, yaitu H&M, Zara dan Lot 10.

Restoran ini memiliki makanan khas yaitu nasi ayam Hainan atau Hainan chicken rice. Walaupun sebutan restoran ini adalah “Cimeng”, namun makanan disini 100% Halal. Terpasang sertifikasi halal di restoran ini yang membuat kita merasa tenang memakannya.

Mayoritas pegawainya berasal dari Indonesia dan berhijab.



Makanan yang saya pesan adalah Hainan chicken rice yang grilled , mango salad ikan krabu, udang goreng telur asin dan es jeruk.


Rasa makanannya sangat enak. Perpaduan antara asin, manis dan pedas membuat semuanya terasa lengkap. Berkali-kali saya datang ke restoran ini namun saya selalu memesan menu yang sama


Yang membuat restoran ini selalu ramai dikunjungi selain karena rasa makanan yang sangat lezat, juga harga yang terjangkau. Pesanan untuk 3 orang yaitu 3 Hainan Chicken Rice, salad ikan krabu ,udang goreng telur asin dan 3 es jeruk harga yang harus saya bayar dibawah RM 100 atau tidak lebih dari Rp. 350.000.

LOKASI RESTORAN CHEE MENG

Apabila Hotmom ingin mencoba restoran ini apabila datang ke Malaysia, terlampir adalah peta lokasinya.

HOTMOM,

Tipe rasa makanan kita dengan Malaysia hampir sama karena kita menyukai makanan yang pedas, sedikit asin dan juga rasa manis.

Restoran Ayam Hainan Chee Meng patut Hotmom coba apabila berkunjung ke Malaysia karena lokasinya memang berada di area turis Bukit Bintang.

Selamat mencoba…!!



Bye Hotmom…..