THE MORE YOU EXPLORE! THE MORE YOU KNOW YOURSELF!

Keep inspired, keep the spirit on HOTMOM!

Be BRAVE, be a HOTMOM!

Learn to take care of yourself before you start taking care of others! Travel and explore! Be sure to keep everyone save!

Figure out whether you're a HOTMOM or not by reading this blog!

To live your life to the fullest! We must break the ordinary!

Saturday, June 21, 2014

HOT TIPS : SUKSES BERMULA DARI HOBBY

Salam Cinta HotMom,

Sebagian besar anak yang duduk di kelas 3 SMA saat ini pasti bingung menentukan jurusan kuliah yang akan mereka ambil nanti walaupun sebagian lagi pasti sudah mengetahui mereka akan memilih jurusan apa….namun terkadang orang tualah yang membuat mereka tambah bingung dengan rencana-rencana para orang tua yang menginginkan anaknya harus kuliah di universitas ternama….atau kuliah di jurusan yang dipilih oleh orang tuanya karena jaman dulu orang tuanya ingin sekali kuliah di jurusan tersebut namun tidak terpenuhi….dan segudang alasan lainnya yang akhirnya memaksa anak masuk ke jurusan yang tidak mereka inginkan.

HotMom,
Disini saya ingin bercerita mengenai kisah sukses anak-anak yang menekuni hobby mereka dengan atau tanpa melanjutkan kuliah ke jenjang universitas.

WINDY SUCIPTO

Adalah seorang pria sederhana yang masih berusia muda yang bekerja di salah satu media online terbesar di Indonesia sebagai fotografer.


Siapa yang tidak mengenal Windy ?….kalangan selebriti, model catwalk, pemain sinetron, penyanyi  maupun sosialita pasti mengenal Windy secara pribadi karena Windy-lah yang membuat wajah dan penampilan mereka begitu indah di media-media yang beredar di Indonesia ini.


Saya tertarik untuk mengangkat kisah sukses Windy karena sukses yang dia raih dimulai dari hobby dibidang fotografi.
Pendidikan Windy hanya tamat SMAN 3 Pontianak. Tidak ada biaya untuk melanjutkan ke jenjang universitas. Seorang guru sekolahnya menawarkan diri untuk membiayai kuliah Windy namun ditolaknya karena tidak ingin membebani orang lain.              

Windy mulai belajar foto dari tahun 2007 karena pada jaman itu memang lagi trend fotografi. Diawali dari ngumpul bareng teman-teman foto kemudian ikut foto hunting dengan modal kamera hasil pinjaman, disanalah Windy banyak belajar dunia fotografi. Windy menemukan jiwanya dan menekuni dunia fotografi sampai dengan saat ini.


Bagaimana peran orang tua disini ? orang tua Windy memberikan dukungan penuh dan membiarkan Windy untuk berkembang sendiri sesuai bakat dan minatnya.
Ternyata tidak sia-sia...kerja keras dan keberanian menentukan sikap membuat Windy menjadi seorang fotografer professional.


HotMom,
Mungkin berat mengijinkan anak kita untuk tidak melanjutkan kuliah...tapi, tidak dengan keluarga Windy. Sikap memberikan kepercayaan penuh pihak orangtua agar Windy melanjutkan karirnya mengikuti jiwa dan hatinya di fotografi ternyata membawa hasil.
Sukses selalu buat Windy agar cita-citanya menjadi fotografer terkenal di dunia internasional terwujud.

BREVI TANAYA TWADHIKA BIMATA LUMBAN TOBING


Di usianya yang 24 tahun, Brevi, pria tampan ini sudah bisa menduduki posisi sebagai Commis Chef di Hotel J.W Marriott Jakarta. Tidak mudah bisa diterima bekerja di Hotel berbintang 5 ini karena berbagai macam persyaratan harus dipenuhi. Namun Brevi bisa diterima masuk karena ketekunan dan kerja keras Brevi yang tak kenal pamrih.



Ach....melihat foto makanan diatas terasa sangat lezat...ini hanya sebagian kecil dari hasil tangan Brevi di tempat bekerjanya di Hotel J.W Marriot Jakarta.

Saya mengenal Brevi dari mamanya yang sangat saya kagumi. Seorang perempuan yang menduduki posisi sangat penting di salah satu Bank terbesar di Jakarta, pekerja keras dan berpikiran sangat terbuka. Saya memanggilnya mbak Nevi. Dalam bayangan saya mbak Nevi akan mengirim anaknya kuliah ke negara yang sangat jauh diluar negeri sana dan dengan biaya yang sangat mahal. Namun yang dilakukan mbak Nevi adalah mendukung minat Brevi di dunia kuliner dengan menyekolahkan Brevi di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (NHI) jurusan MTB (manajemen tata boga). Keinginan Brevi untuk pindah dari SMA ke SMK walaupun harus turun kelas didukung penuh oleh mbak Nevi dan suami tentunya. Suatu keputusan yang luar biasa....


Saya ingin mengenal Brevi lebih jauh lagi…ini hasil interview saya dengan Brevi…

Sejak kapan Brevi sudah memiliki keinginan untuk menjadi chef?
Dulu waktu masih di SMP belum sempat terpikir untuk menjadi chef, tapi memang  waktu masih SD saya menyukai kegiatan masak memasak. Setelah saya naik ke kelas 2 SMA karena pindah sekolah tanpa sengaja berbicara dengan teman lama bahwa dia sekolah di SMK. Saya bertanya kepada papa mengenai SMK itu apa?. Setelah saya mengetahui di SMK itu ada jurusan yang mengarah kepada kuliner, meskipun saya harus mengulang lagi dari kelas 1 saya akhirnya masuk ke SMK. Setelah aku masuk SMK dan menjalani praktek kerja lapangan di Hotel Grand Hyatt jakarta, saya mendapat pengakuan dari staff chef disana bahwa masakan saya enak.. jadi dari moment tersebut timbul pemikiran pada diri saya bahwa saya sebaiknya lebih mendalami bidang memasak, dan dalam perkembangan selanjutnya semakin timbul keyakinan di dalam diri saya bahwa memasak adalah dunia saya. Setelah itu saya melanjutkan studi saya ke NHI, pada waktu saya kuliah saya menjalani praktek kerja lapangan di hotel JW Marriott Jakarta, dan disanapun hasil masakan saya kembali mendapatkan pujian. Sejak itulah saya meyakini dunia saya adalah “CHEF”.


Bagaimana cara Brevi mencapai sukses sekarang dengan bekerja sebagai chef di hotel berbintang?
Sejak saya yakin bahwa dunia saya adalah CHEF , saya menekuni secara serius dan konsisten dunia yang saya cintai itu. Antara lain, saya selalu mencoba melakukan eksperimen dari buku, cooking media dan pelajaran dari senior saya di Marriott. Sampai saya berani membuat ‘’cooking class” di waktu senggang untuk orang-orang yang saya kenal, antara lain bekas teman-teman sekolah saya dan teman-teman ibu saya.


Apa saja tantangannya ?
Tantangannya banyak sekali, karena di hotel bintang 5 ini saya bekerja dengan orang asing, jadi standar mereka sangat tinggi. Dan tekanan dari mereka itu sangat tinggi sehingga mental kita harus benar-benar kuat, mereka juga mendorong kita untuk selalu berinovasi dan memberikan 200% setiap saat. Jadi mental, fisik dan kreatifitas sangat diperlukan.

Kesan apa yg Brevi dapat sebagai Chef termuda yang bekerja di hotel berbintang 5 J.W. Marriot ?
Saya sangat bersyukur, karena sebelum saya lulus kuliah, pihak hotel sudah memberikan saya kepastian untuk bekerja disana. Jadi pastinya saya senang sekali karena bisa bekerja dengan orang-orang profesional di bidang kuliner.

Apa cita-cita Brevi apa saat ini ?
Cita-cita saya saat ini adalah ingin mempunyai usaha sendiri, karena saya berpikir seorang chef belum bisa diakui jago memasak apabila belum mempunyai usaha sendiri dan usahanya itu diakui dan disukai oleh orang banyak.  Jadi dalam kurun waktu 2-3 tahun ini saya harus mencari dan mempelajari ilmu dan ragam masakan dari macam-macam hotel dan restoran, untuk bekal mendirikan usaha.

Apa saran Brevi untuk generasi sekarang dalam meraih cita-citanya ?
kalau menurut saya yang paling penting kita ketahui terlebih dahulu adalah apa kemauan dan potensi kita, jangan pernah menyerah untuk belajar dan menggali ilmu di bidang itu, cintai bidang tersebut dan yg paling penting jangan lupa beribadah, karena pengalaman saya bagaimanapun usaha kita tetap TUHANlah yang menetukan. Jadi simple-nya belajar, berusaha dan selalu berserah diri kepada TUHAN.


HotMom,
Dua cerita sukses diatas semoga dapat membuka pandangan baru bahwa kita sebaiknya tidak memaksakan kehendak agar anak-anak mengikuti keinginan kita untuk melanjutkan kuliah di Universitas ternama karena belum tentu itu menjadi minat mereka. Memang banyak yang sukses setelah lulus dari bangku kuliah di universitas ternama, namun anak-anak yang menekuni hoby dan minatnya akan menjalankan pendidikan tersebut dengan sepenuh hati karena jiwa mereka ada disana. Dan sukses menanti mereka seperti cerita tentang Windy dan Brevi.

Apabila Hotmom ingin mengetahui atau berkonsultasi dengan Windy & Brevi, ini nomor handphone yang dapat HotMom hubungi :

Windy Sucipto   : 082122777952
e-mail                 : windy@fimela.com

Brevi                   : 081281726643
e-mail                 : tanayabrevi@gmail.com
                             br3vi_tanaya@yahoo.com

BYE HOTMOM

Sunday, June 15, 2014

HOT TIPS: ENJOY YOUR TIME

Salam Cinta HOTMOM,




Banyak teman-teman saya bertanya bagaimana cara saya mengatur waktu sehingga dapat melakukan semua kegiatan tanpa lelah, yaitu :
·      Berbagai waktu untuk anak
·      Bekerja di perusahaan media online
·      Berbagi waktu untuk mengelola perusahaan interior yang saya miliki
·      Melakukan kegiatan olahraga secara rutin
·      Me Time

Resepnya adalah : “ENJOY YOUR TIME”…..

Apakah saya lelah? apakah saya bosan? apakah saya overload dan kekurangan waktu? jawabannya adalah “IYA”…tapi dengan resep diatas saya dapat menjalani semuanya dengan senang hati.


BERBAGI WAKTU UNTUK ANAK

Yang saya maksud dengan berbagi waktu untuk anak disini bukanlah menemani dia bermain, atau menemani dia makan dan menjelang tidur karena hal yang baru saya sebutkan diatas tidak dapat saya lakukan karena saya harus bekerja, tetapi saya menyediakan waktu pada saat jam makan siang di kantor untuk membuat ringkasan semua mata pelajaran anak saya Oris di komputer saya. Hal ini saya lakukan 2 bulan menjelang anak saya UTS ataupun UAS. Dengan adanya ringkasan ini memudahkan Oris dalam mengulangi semua pelajaran di sekolahnya. Tidak jarang saya bekerja sampai pagi di rumah dalam mempersiapkan ringkasan ini. Sangat melelahkan tetapi sepadan dengan hasilnya dimana Oris selalu mendapatkan rangking di kelasnya. Saya melakukan hal ini sejak Oris duduk di kelas 1 Sekolah Dasar sampai di kelas 1 SMP. Hasil ringkasan yang saya buat menyebar kemana-mana dimana banyak orang tua murid meminjamnya untuk di foto copy.

Di hari sabtu dan minggu baru saya dapat menemaninya bermain dan menghabiskan waktu bersama….


BERBAGI WAKTU UNTUK MENGELOLA PERUSAHAAN SENDIRI

Dari senin sampai jumat saya bekerja di perusahaan yang bergerak di media online. Tugas dan tanggungjawab saya tidak mudah karena target yang diberikan perusahaan sangat besar. Sehari-harinya saya berangkat jam 6 pagi dan tiba di rumah kembali sekitar jam 10 malam. Kalau dipikir-pikir saya sudah tidak punya waktu dan energy  lagi untuk mengerjakan apapun. Tetapi saya bisa melakukan semuanya sendiri dengan pengaturan waktu yang disiplin agar semua bisa berjalan sesuai target yang saya harapkan.


Dari 5 hari kerja di media online, ada 2 hari dimana saya berusaha untuk tidak ada meeting di malam hari , yaitu hari selasa dan kamis karena pada hari tersebut adalah jadwal saya membuat design interior bagi pada para calon customer saya. Seorang drafter, yaitu teman anak saya yang bernama Audi membantu saya dalam membuat gambar sketsa dari design interior yang saya rancang. 2x seminggu kami menggambar dari jam 8 – 11 malam atau terkadang selesai jam 12 malam.


Teman-teman kembali bertanya, “Kapan mbak bertemu atau mengerjakan perusahaan interiornya?” jawabannya adalah sabtu dan minggu.
Sabtu adalah hari untuk belanja semua kebutuhan interior mulai dari bahan bangunan sampai ke kebutuhan bed cover dimana saya memilih sendiri sesuai dengan design yang sudah saya buat. Dan pada hari minggu adalah hari bertemu dengan calon customer baik untuk mempresentasikan design yang saya buat atau untuk penandatanganan kontrak interior.
Yang membuat pekerjaan saya bisa efektif adalah karena saya mengelola perusahaan ini secara online dan komunikasi dengan customer dilakukan melalui email dan smartphone yang kita miliki. Semuanya sangat mudah dikelola tanpa harus memiliki kantor.

BERBAGI WAKTU UNTUK OLAHRAGA

Disela-sela waktu kerja saya 7 hari dalam seminggu, saya menyempatkan berolahraga 5x seminggu untuk menjaga kondisi badan saya tetap Fit, yaitu Work out di Fitness Centre yang berlokasi satu gedung dengan kantor saya setiap Senin, Rabu dan Jumat, dan berolahraga di lingkungan rumah setiap sabtu dan minggu pagi sebelum saya bekerja mengurus perusahaan interior saya.
Apabila ada Oris di rumah, maka kami akan ke Ancol untuk berolahraga bersepeda sambil liburan…


BERBAGI WAKTU UNTUK DIRI SENDIRI (ME TIME)

Waktu untuk membahagiakan diri saya sendiri saya mulai dari pagi dimana setiap hari jam 7.30 pagi saya ke salon untuk cuci blow dan berdandan disana. Hal ini membuat semua orang bingung kenapa setiap pagi saya harus ke salon ? hahahahahaah….pertanyaan yang susah dijawab…tapi, ke salon setiap pagi sangat membantu saya memberikan semangat kerja setiap harinya.



Disamping setiap hari ke salon, sekali atau dua kali dalam sebulan pada jumat malam saya akan hangout bersama teman-teman dekat sekedar untuk mengobrol ataupun untuk bersosialisasi.


Setiap akhir bulan saya akan ke Kuala Lumpur mengunjungi anak saya atau mengunjungi orangtua yang berada di Bandung.



Dan kapankah waktu saya untuk menulis Blog ? saya mencicil content blog setiap pagi di salon saat saya di blow dan menyelesaikannya pada sabtu malam agar bisa diupload hari minggu.

HotMom,
Di usia saya yang 46 tahun, waktu tidur saya berkisar 4-5 jam sehari dimana sisanya adalah untuk bekerja selama 7 hari dalam seminggu. Kerja keras yang saya lakukan dengan pengaturan waktu yang efisien akan menghasilkan result yang maksimal.
·      Kinerja kerja saya tetap bagus di kantor
·      Perusahaan interior saya berjalan dengan baik
·      Waktu untuk kesenangan diri sendiri tetap ada
·      Dan, anak menjalankan pendidikannya dengan baik pula

Mari kita pergunakan waktu kita dengan sebaik-baiknya karena hidup hanya satu kali…

BYE HOTMOM



HOT TIPS: MONEY - MONEY - MONEY


Salam Cinta HotMom,              


Konon perempuan katanya identik dengan uang atau materi. Saya setuju saja asalkan dipergunakan untuk hal yang benar. Sebagai Ibu tentunya kita memikirkan selain pengaturan keuangan keluarga, juga rencana pendidikan anak dan rencana investasi untuk masa depan.

Saat usia saya 26 tahun dimana anak saya Oris baru lahir, saya sangat sulit mengatur keuangan karena  pengeluaran yang begitu banyaknya membuat saya harus memutar otak untuk bisa mengatur dana yang ada dan tetap harus bisa menabung.



















Dari gaji bulanan yang saya terima  sebagai pegawai,  harus diatur sedemikian rupa agar saya tetap bisa menyisihkan dana untuk menabung. Dan yang saya pilih saat itu adalah Tabungan Pendidikan Anak dimana saldo per bulannya bisa kita tentukan sendiri sesuai kemampuan kita. Saat itu saya mengambil program Tabungan Pendidikan dengan saldo Rp. 50.000 perbulan. Fokus saya adalah menabung untuk biaya sekolah anak saya nanti. Lama menabung saya rencanankan 17 tahun dimana dia akan masuk kuliah di usia itu.

Berjalannya waktu, anak saya tumbuh besar dan kebutuhan keuangan juga membesar dimana saya adalah seorang single parent yang harus memikirkan semuanya. Memiliki 2 pekerjaan itulah yang saya lakukan untuk bisa mendapatkan tambahan penghasilan, yaitu bekerja di kantor dan pekerjaan sampingan sebagai Conference Organizer. Dari pekerjaan sampingan ini akhirnya saya bisa memiliki rumah sendiri berukuran kecil tipe 2 kamar. Rumah milik sendiri ini adalah investasi saya yang kedua selain Tabungan Pendidikan Anak yang saya miliki. Karena sudah memiliki penghasilan lumayan, saldo Tabungan Pendidikan yang tadinya Rp. 50.000 perbulan saya naikkan menjadi Rp. 200.000 perbulan.

Untuk pembelian rumah ini saya lakukan dengan mencicil selama 1 tahun kepada pemilik rumah yang baik hati yang bersedia memberikan cicilan dan mempercayai saya. Rumah ini saya beli pada tahun 1998.

Sejak saat itu saya tidak berhenti mengerjakan pekerjaan sampingan sebagai Conference Organizer dan berhasil membeli rumah yang lebih besar dari sebelumnya dimana rumah yang saya beli tahun 2000 ini merupakan rumah yang saya tempati sampai sekarang. Cara pembeliannya adalah dengan menjual rumah yang lama dan dijadikan uang muka untuk rumah yang baru. Sisanya saya cicil selama 1 tahun ke developer tanpa dikenakan bunga.


Berjalannya waktu dimana karir saya dikantor sudah meningkat, saya tidak bisa lagi mengerjakan pekerjaan sampingan seperti sebelumnya. Untungnya gaji bulanan yang saya terima sangat bagus sehingga mencukupi semua kebutuhan keluarga saya.
Di tahun 2005 saya mulai melirik bentuk investasi yang lain, yaitu asuransi. Banyak penawaran yang diberikan namun yang saya pilih saat itu adalah yang banyak dipilih oleh teman-teman sekantor saya. Sejujurnya saya tidak membaca dan mengerti dengan jelas benefit atau manfaat dari asuransi yang ditawarkan, namun tetap saya ikuti dengan harapan saya memiliki investasi untuk dihari tua nanti. Pilihan asuransi yang saya ambil adalah jenis Pru Link, yaitu Asuransi Kesehatan sekaligus investasi .

Tidak berhenti berinvestasi, saya mulai mencoba investasi yang lain yaitu Emas batangan. Investasi ini atas saran oleh seorang teman yang bekerja di Bank dimana kita dapat membeli emas batangan ini dengan cara mencicil di kantor Pegadaian.


Sayapun mencoba untuk membeli emas batangan dengan cara mencicil. Ternyata sangat mudah mengurusnya. Kita bisa memilih jumlah gram emas yang akan kita cicil  dengan membayar uang muka minimal 20% dan biaya admisnistrasi Rp. 50.000. Kita dapat mencicil selama 3, 6 atau 12 bulan. Dan emas akan diberikan kepada kita setelah cicilan kita lunas.

Saya sangat menyukai investasi emas batangan ini karena saya bisa membelinya dengan mencicil dengan bunga rendah.

Dari 1 batang emas seberat 50 gram, bertambah menjadi 1 batang emas seberat 100 gram, dan bertambah menjadi beberapa batang hasil dari mencicil di Pegadaian.


Apakah saya berhenti berinvestasi ? tentunya tidak……
Pada tahun 2010, saya membuka usaha Design Interior dimana saya akhirnya berinvestasi di properti berupa apartemen.

Emas batangan yang saya miliki saya jual untuk dijadikan uang muka pembayaran apartemen. Sisa pembayaran saya cicil selama 1 tahun ke developer tanpa bunga. Apartemen pertama saya , harga beli saat itu Rp. 430.000.000, tipe 2 kamar di daerah Cawang dan 2 tahun kemudian berhasil saya jual seharga Rp. 650.000.000 dengan kondisi sudah furnished.


Saya tidak pernah meminjam ke Bank untuk berinvestasi karena saya tidak berani mengambil resiko tidak bisa membayar. Namun, seorang sahabat memberikan tips dan pandangan bahwa meminjam ke Bank bukanlah hal yang harus ditakuti.
Pada tahun 2012, akhirnya saya meminjam dana ke Bank untuk membeli 2 unit apartemen sebagai tambahan investasi properti saya.

HotMom,

Sebagai Ibu, kita harus cerdas memilih investasi apa yang cocok dengan keuangan keluarga kita. Saya pribadi sudah mencoba Tabungan Pendidikan Anak, Asuransi Kesehatan,  Investasi dalam bentuk Emas dan Properti. Emas adalah pilihan saya karena apabila kita membutuhkan uang secara cepat kita bisa menjual atau menggadaikannya.

SAVE DEPOSIT BOX


Save Deposit Box adalah tempat yang saya percayakan sebagai tempat menyimpan semua benda-benda berharga seperti :
·      Sertifikat Rumah
·      Perhiasan
·      Dokumen dan surat-surat penting lainnya

Cukup dengan membayar Rp.500.000 – Rp. 1.500.000 pertahun, kita bisa menyewa Save Deposit Box di salah satu Bank.

Semoga Tips Investasi yang sudah saya jalani ini bisa memberikan inspirasi bagi HotMom….


BYE HOTMOM