THE MORE YOU EXPLORE! THE MORE YOU KNOW YOURSELF!

Keep inspired, keep the spirit on HOTMOM!

Be BRAVE, be a HOTMOM!

Learn to take care of yourself before you start taking care of others! Travel and explore! Be sure to keep everyone save!

Figure out whether you're a HOTMOM or not by reading this blog!

To live your life to the fullest! We must break the ordinary!

Sunday, August 10, 2014

CUCI MATA @ BANDUNG (LAWANG WANGI)



Salam Cinta HotMom,

Lawang Wangi adalah lokasi kedua yang saya kunjungi setelah Kawah Putih. Masih berlebaran di Bandung, hari kedua lebaran, saya mengikuti saran seorang teman untuk mendatangi tempat ini yang saat ini sedang ramai dibicarakan dikalangan wisatawan.

Malam sebelumnya saya mencari informasi terlebih dahulu mengenai Lawang Wangi di internet dan alamat lengkapnya agar saya tidak salah jalan. Lebaran kedua di Bandung jalanan pasti macet total karena banyak pengunjung dari luar kota berlibur ke Bandung. Apalagi lokasi Lawang Wangi berada di area Dago atas sehingga saya harus pintar mencari jalan kesana agar tidak terjebak macet. Buat pembaca Hotmom, saya berikan informasinya…

PANDUAN JALAN MENUJU LAWANG WANGI

Tepat jam 11.00 siang saya berangkat bersama Oris dan Mora (anak kakak saya) dari rumah mama di Turangga menuju Dago. Di persimpangan Dago menuju Dago atas terus saja ikuti jalan sampai bertemu dengan Hotel Sheraton di sisi kanan jalan. Lanjutkan perjalanan terus sampai bertemu Hotel ………..di sisi kiri jalan. Tidak jauh dari hotel tersebut ada persimpangan jalan maka ambil ke arah kiri menuju Dago Giri.

Masuk ke jalan Dago Giri akan melalui jalan kecil yang hanya cukup untuk 2 kendaraan roda empat saja dengan jalan mendaki. Setelah itu ikuti terus signage Lawang Wangi yang ada, maka kita akan tiba di Lawang Wangi yang mayoritas berwarna putih dan kaca.


Sangat mudah menemukan lokasi ini.
Kami tiba di Lawang Wangi sekitar jam 11.40 dengan kondisi belum ramai sehingga masih mendapatkan parkir di area dalam gedung. Banyak pengunjung yang berfoto di taman luar sebelum masuk ke area dalamnya. Terlihat dari luar pernak pernik interior yang dijual oleh pemilik tempat yang membuat saya ingin segera masuk ke dalam. Namun, saya menghabiskan waktu dulu diluar sekitar 20 menit untuk berfoto baru masuk ke area dalam bangunan.


Pemandangan disini indah sekali, kita bisa melihat kota Bandung dari atas bukit.


Kami masuk lantai satu bangunan dan menemukan area pernak-pernik sangat unik dan menarik yang dijual oleh pemilik Lawang Wangi. Yang dijual beragam mulai dari kursi kecil dari kayu, selendang batik sampai gantungan kunci.


Sebelum naik ke lantai berikutnya, saya menyempatkan berfoto di tangga naik dimana di dinding terpajang lukisan berlatar belakang dinding abu-abu. Kombinasi warna yang sangat serasi yang dipikirkan oleh pemilik gedung ini.


Di lantai ini dijual barang-barang keperluan interior seperti kebutuhan untuk kamar mandi, patung, pakaian, sepatu dan tas untuk pria maupun wanita. Saya membeli karpet kamar mandi disini dengan warna hitam putih seharga Rp. 350.000.


Selesai membayar di kasir, saya naik ke lantai berikutnya dan berhenti di tengah-tengah karena terlihat di plafon lampu yang terbuat dari ribuan kancing berwarna merah. Wach….hasil karya yang luar biasa…..


Di lantai paling atas inilah adalah tempat makan yang terbagi menjadi dua yaitu ruang dalam dan ruang luar.


Ruang dalam terdapat mezzanine untuk beberapa meja dan ruang luar selain terdapat jembatan yang berfungsi sebagai tempat menikmati pemandangan kota Bandung juga terdapat sofa yang nyaman untuk bersantai sambil menyantap makanan.


Makanan yang kami pesan disini antara lain nasi goreng, tahu goreng ,sphagetti dan beberapa gelas minuman.

HotMom,

Beberapa saat menjelang pulang, adik saya datang bersama suami dan anak kembarnya. Kami sempatkan untuk berfoto bersama sebelum kami meninggalkan Lawang Wangi.

Banyak yang berkesan disini yaitu Lawang Wangi yang memiliki taman dengan kreasi yang menarik, area penjualan pernak pernik yang ditata dan di design dengan unik, area penjualan baju dan tempat makanan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang membuat pengunjung betah berlam-lama berada di Lawang Wangi adalah hasil karya anak bangsa Indonesia.

Saya merekemondasikan HotMom untuk datang kesini bersama keluarga apabila memang sedang berada di Bandung.


BYE HOTMOM

Saturday, August 2, 2014

CUCI MATA @ BANDUNG


Salam Cinta HotMom,

Kemana saja selama liburan panjang lebaran ini ? Tentunya ada yang mengunjungi orang tua dan ada yang ke luar negeri untuk berlibur, seperti teman saya yang berlibur ke Turki yang membuat saya iri dan ingin juga pergi ke sana suatu hari nanti.
Liburan Idul Fitri, saya ke Bandung kumpul bersama orang tua dan keluarga besar. Tidak mau bingung dengan lamanya libur yang ada, setelah sholat Idul Fitri, sekitar jam 1.30 saya dan keluarga berangkat menuju Ciwidey dimana disana terdapat KAWAH PUTIH yang konon katanya sangat indah.

Sudah sejak 30 tahun yang lalu saya berada di Bandung tapi belum pernah sekalipun saya mendatangi Kawah Putih. Penasaran dengan informasi yang saya dapat, maka perjalananpun saya mulai dari rumah Mama yang berada di area Turangga, Buah Batu, Bandung.

PANDUAN JALAN MENUJU KAWAH PUTIH


Dari jalan Buah Batu menuju bypass kitabelok kanan di lampu merahnya. Setelah belok kanan, terus saja sampai ketemu perempatan lampu merah yang kedua lalu belok kiri masuk ke jalan Mohammad Toha. Ikuti saja jalan besar ini, kemudian masuk ke pintu tol Moh. Toha dan ambil tiket di pintu tol ini.


Keluar di pintu tol Kopo dengan membayar tiket sebesar Rp. 2000. Setelah membayar tol, ikuti jalan dan di pertigaan belok ke kanan masuk ke jalan Kopo. Jalan Kopo ini sangat panjang. Apabila HotMom sudah bertemu Hypermart di sisi kiri jalan dan Yogya Department Stora di sisi kanan, maka HotMom berada di jalur  yang sudah benar.

Terus ikuti jalan Kopo ini maka  di sisi kiri akan bertemu pangkalan udara TNI AU Sulaiman.


Teruskan perjalanan sampai bertemu dengan pertigaan yang ada masjid kemudian belok ke kanan. Ikuti petunjuk jalan arah Soreang dan Ciwidey.


Ikuti terus jalan mendaki seperti menuju puncak dan HotMom akan melihat pemandangan yang sangat indah saat menuju kesana yang tidak akan HotMom temui di Jakarta. Sawah dengan latar belakang pegunungan maupun kebun sayur-sayuran menjadi pemandangan sepanjang jalan menuju Kawah Putih Ciwidey.


Jalannya tidak terlalu besar dan banyak kendaraan roda 2 yang tidak menggunakan spion sehingga kita harus ekstra hati-hati dalam mengendarai kendaraan. Karena hari ini adalah hari pertama Idul Fitri, maka belum terlalu ramai jalan menuju ke Ciwidey.


Setelah 1.5 jam berkendara, akhirnya kami tiba di pintu masuk Kawah Putih di Ciwidey. Terasa udara yang sejuk saat saya kami membuka jendela mobil untuk membayar tiket masuk.


Tidak murah tiket masuk yang harus kami bayar, yaitu Rp. 150.000 untuk kendaraan belum termasuk tiket perorang. Harga ini apabila kita membawa kendaraan sendiri untuk naik ke atas. Tapi apabila kita meninggalkan mobil di bawah maka kita harus membayar Rp. 60.000 belum termasuk angkutan umum yang akan membawa kita keatas dan tiket masuk per orang.


Saya memutuskan untuk membawa kendaraan sendiri naik ke atas menyusuri jalan yang sarat dengan pepohonan tinggi tanpa menggunakan AC mobil. Jalanannya terjal tapi pemandangannya sangat indah dan cukup untuk 2 mobil saja.
Diperlukan sekitar 10 menit berkendara ke atas untuk tiba di area parkir Kawah Putih. Udaranya sangat segar diatas sini tanpa ada bau belerang. Namun tertera di papan bahwa sebaiknya pengunjung menggunakan masker karena udara di sekitar Kawah Putih bisa membuat tenggorokan kering dan bibir pecah-pecah. Tapi kami tidak membeli masker dan langsung berjalan menuju area Kawah Putih.


Saya berhenti sejenak setelah melihat Kawah Putih dari atas anak tangga dan tertegun……..tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata, tapi Kawah Putih yang berada di depan saya ini sangat indah dan luar biasa……


Saya dan Oris mulai mencari lokasi yang bagus untuk berfoto. Dan inilah hasil foto-foto kami di area Kawah Putih, Ciwidey.


Kami juga berfoto diantara pepohonan yang ada di sekitar Kawah Putih…



Setelah puas menyusuri Kawah Putih selama 1 jam, kamipun naik kembali ke atas menuju pelataran dimana disana tertera sejarah dari Kawah Putih.


Selesai membaca legenda dari Kawah Putih kami kemudian menghampiri seorang bapak yang sedang bermain Kecapi.


Saat kami mendekati Bapak Kecapi, beliaupun menyanyikan lagu Es Lilin, lagu daerah khas Jawa Barat.

Perjalanan pulang kembali ke Bandung tidak kalah menariknya karena matahari mulai tenggelam dan perumahan penduduk mulai menyalakan lampu.
Hotel, tempat makan sampai Mesjid besar Ciwidey sempat kami abadikan.


Satu hal yang menarik saat perjalanan pulang kami adalah papan iklan salah satu restaurant, yaitu “Ayam Kampungan rumah makan Sindang Ponyo….”


HotMom,
Bulan Agustus ini saya akan berbagi informasi seputar kota Bandung dalam Tema “Cuci Mata”. Minggu depan saya akan cerita mengenai kunjungan saya ke Lawang Wangi.

BYE HOTMOM