Sunday, October 5, 2014

Merayakan Hari Kemerdekaan @Malacca

Salam Cinta HotMom,



Di usia saya yang 46 tahun pada tanggal 18 Agustus ini , sebelumnya saya tidak pernah melewatkan tontonan televisi di pagi hari setiap upacara hari Kemerdekan RI yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Namun kali ini saya berada di Malacca bersama anak saya Oris untuk menikmati liburan dan Ulang Tahun saya di Kuala Lumpur. Tidak ada tontonan upacara Kemerdekaan maupun melihat Bendera Indonesia Merah Putih yang biasanya sudah terpasang di depan rumah.

Yang kami lakukan pada tanggal 17 Agustus ini adalah mengikuti program bersepeda yang ditawarkan melalui brosur di Hotel pada saat kami check in di hotel Swan Garden Malacca. Pada brosur tercantum bahwa program ini merupakan program favorite di Trip Advisor dan masuk dalam liputan Lonely Planet. Dengan membayar 100RM per orang kamipun mengikuti program ini.


Tepat jam 9 pagi tanggal 17 Agustus yang jatuh pada hari minggu, kami sudah dijemput oleh pak Alias dengan kendaraannya dan dibawa menuju area berkumpul di daerah perkebunan kelapa sawit di Malacca. Ini adalah rumah tempat tinggal pak Alias dimana dia mengelola sendiri usaha bersepeda ini dibantu satu orang staffnya. Rumahnya sangat luas dengan gudang tempat penyimpanan sepeda yang terletak di halaman depan rumahnya.


Kami berjumlah 13 orang dan saling berkenalan satu dengan yang lainnya sebelum program bersepeda dimulai. Peserta ada yang berasal dari German, Italy, Perancis dan Singapore. Hanya kami berdua yang berasal dari Indonesia.


Setelah diberikan briefing oleh pak Alias mengenai penggunaan sepeda, route bersepeda, peringatan bahaya, dan lain-lainnya, maka kamipun berangkat dengan semangat yang menggebu-gebu…


Setelah 15 menit bersepeda memasuki perkebunan karet kami berhenti untuk mendengarkan informasi yang disampaikan oleh pak Alias. Dia menjelaskan tentang perkebunan Karet yang ada disana. Berapa luasnya, kemana saja di ekspor, siapa saja yang bekerja disana sampai kepada proses kerjanya. Pak Alias memperlihatkan dan menjelaskan secara detil proses pengerukan getah karet. Getah karet yang tersisa dibuat mainan bola oleh pak Alias dan diberikan kepada kami….


Setelah menjelaskan seputar perkebunan karet kami melanjutkan bersepeda dengan mendaki bukit yang penuh dengan bebatuan dan jalan berlumpur. Malacca diguyur hujan sehari sebelumnya sehingga tanah disana menjadi becek.
Setelah susah payah mengayuh sepeda mendaki bukit kamipun berhenti untuk mendengarkan penjelasan selanjutnya dari pak Alias. Di tempat kami berhenti ini terdapat perkebunan buah-buahan seperti buah Duku, Manggis, Pepaya, Rambutan, Durian dan tanaman sayur-sayuran seperti ubi dan singkong.


Sejuk sekali udara disini…. Lelah dan keringat yang bercucuran karena mendaki hilang begitu tiba di lokasi ini. Oleh karena saya dan Oris sudah terbiasa dengan jenis buah-buahan yang dijelaskan, maka kamipun menyempatkan untuk berfoto selagi pak Alias memberikan penjelasan kepada seluruh peserta.


Perjalanan akhirnya diteruskan setelah peserta mencoba dan mengabadikan semua buah-buahan yang dijelaskan oleh pak Alias.

Perjalanan dilanjutkan dengan mendaki dan memasuki area hutan tanpa terlihat lagi jalan setapak yang menjadi area bersepeda kami. Saya cedera kena duri daun kelapa sawit yang melintang di area hutan sedangkan Oris cedera terkena batu. Berdua kami mengalami luka sobek pada jari-jari kaki.
Dengan susah payah dan nafas yang tersengal-sengal berjuang naik ke atas bukit akhirnya kami berdua tiba di urutan terakhir ditemani oleh pak Mamat asisten pak Alias.
Dari atas bukit ini terlihat betapa luasnya perkebunan kelapa sawit yang ada….


Setelah beristirahat selama 10 menit, persoalan mulai muncul karena kami harus menuruni bukit. Pak Alias kemudian memberikan arahan apa saja yang harus kami lakukan saat menuruni bukit. Saya sangat khawatir karena bersepeda bukan keahlian saya. Tapi harus dilakukan karena saya harus turun dari bukit ini….


Ditengah jalan menurun, kami berhenti lagi untuk istirahat dan mendengarkan penjelasan dari pak Alias mengenai binatang yang ada di area perkebunan ini seperti sapi, ular, monyet dan jenis binatang lainnya.


Sambil beristirahat mendengarkan penjelasan, kami sempat mengambil foto seorang bapak yang sedang membawa makanan untuk ternaknya dan mencicipi buah-buahan yang diambilkan oleh pak Mamat dari pohon yaitu buah Duku. Ach….manis sekali rasanya…

Setelah menuruni bukit sekitar 30 menit, akhirnya kami tiba di ujung pagar pembatas. Kami harus memanjat pagar agar bisa berada di jalan raya kembali.


 Sebelum kembali ke base camp kami istirahat di peternakan burung wallet. Bisa dilihat di belakang foto Oris ada bangunan Ruko berwarna kuning . Itulah tempat peternakan sarang burung wallet.


Kemudian perjalanan masih dilanjutkan sekitar 15 menit untuk bisa tiba di base camp pak Alias.

Setelah bersepeda selama hampir 4 jam, akhirnya kami tiba di base camp dan istirahat dengan meluruskan kaki dan betis yang rasanya sangat sakit dan berdenyut-denyut akibat luka.

Sambil duduk saya merenung dan mengagumi cara kerja pak Alias yang sangat profesional yang sangat mempromosikan Negara tercintanya Malaysia.
Bagaimana dengan saya ? rasa bersalah yang timbul karena seharusnya saya berada di Indonesia saat ini merayakan dan merenungkan arti Kemerdekaan untuk bangsa Indonesia.
Tapi, walaupun berada di Malacca dan merasakan begitu banyak keindahan disini, saya tetap rindu dan ingin segera pulang ke Jakarta.

SELAMAT HARI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 2014…


BYE HOTMOM

0 comments:

Post a Comment