Sunday, December 21, 2014

THE LOUVRE PALACE , JARDINE DES TUILERIES , NOTRE DAME & SACRE COUER

Salam Cinta HotMom,



Hari kedua di Paris adalah hari dimana saya akan bepergian sendiri menjelajahi keindahan kota Paris. Malam sebelumnya saya sempat berkomunikasi dengan sahabat saya Dien mengenai tempat-tempat apa saja yang wajib saya kunjungi dan makan dimana. Perbedaan waktu tidak menyurutkan Dien menjawab semua pertanyaan saya padahal di Jakarta sudah menunjukkan waktu tengah malam.  Thanks Dien sudah sangat banyak membantu memberikan rekomendasi.



Jam 8 pagi saya sudah keluar dari apartemen sementara teman-teman saya masih tertidur pulas. Saya mengambil foto area sekitar yang dekat dengan apartemen agar tidak terlupa. Semua penunjuk jalan saya foto karena takut sewaktu-waktu diperlukan.
Tujuan saya kali ini adalah ke Louvre, taman Jardine Des Tuileries, Notre Dame, dan Sacre Coeur. Berbekal peta dan tiket terusan yang sudah dibeli kemaren, saya jalan menuju stasiun di Goncourt karena lebih dekat dari apartemen daripada ke stasiun Republic.

THE LOUVRE PALACE



Saya tiba di metro Palais – Royal Musee Du Louvre sekitar 20 menit setelah naik kereta dari Goncourt. Masih pagi tetapi sudah banyak turis yang turun dari bus berjalan rombongan menuju pintu masuk.

Karena belum sarapan, saya mampir ke salah satu café yang berada di dekat pintu masuk Louvre yang menawarkan beragam pilihan teh. Yaitu “Tea by The” dengan memesan 1 Muffin Triple Chocholate & Teh The Rouge seharga 6.20 Euro atau sekitar Rp. 100.000. 

coutersy from google image


The Louvre Palace adalah bekas istana kerajaan yang terletak di tepi kanan Sungai Seine di Paris, antara Taman Tuileries dan gereja Saint-Germain l'Auxerrois. 


Kompleks The Louvre terbagi ke dalam "Old Louvre": paviliun abad pertengahan Renaissance dan sayap sekitar Cour Carrée, serta Grande Galerie bagian barat sepanjang tepi Seine; dan "New Louvre": paviliun abad ke-19 yang membentang sepanjang sisi utara dan selatan dari Cour Napoleon.

Ramai sekali turis yang datang ke Louvre sehingga antrian sangat panjang. Saya banyak berfoto di area luar menikmati bangunan yang begitu indah dan menawan.

Setelah puas menikmati The Louvre, saya berjalan menyisir tepian  menuju taman Jardin Des Tuileries yang berada tepat di samping Louvre.


JARDIN DES TUILERIES


Taman yang sangat luas dan indah. Sebelum mengitarinya saya beristirahat duduk disalah satu kursi taman yang ada disini. Beberapa turis ada yang membaca, tertidur, atau sekedar diam sambil beristirahat seperti yang saya lakukan saat ini.

Tuileries Garden adalah sebuah taman umum yang berada di antara Museum Louvre dan Place de la Concorde .Dibuat oleh Catherine de Medici sebagai taman Tuileries Palace tahun 1564, itu akhirnya dibuka untuk umum pada tahun 1667, dan menjadi taman umum setelah Revolusi Perancis. Pada abad ke-19 dan ke-20, itu adalah tempat di mana Paris merayakan, bertemu, promenaded, dan santai. 



Saya tidak berlama-lama disini karena masih banyak yang harus saya kunjungi dan saat ini waktu sudah menunjukkan hampir jam 11 siang. 
Sesuatu terjadi dengan signal HP dimana saya tidak bisa menghubungi teman-teman di apartemen. Saya mulai bingung tapi saya abaikan dulu dan saya tetap melanjutkan tujuan perjalanan saya , yaitu Notre Dame menggunakan metro tujuan St. Michael Notre Dame.


Saya turun di stasiun yang agak jauh dari lokasi sehingga harus berjalan kaki cukup lama. Namun tidak menjadi masalah karena pemandangan menuju ke Notre Dame sangat indah.

Notre-Dame de Paris merupakan salah satu bangunan pertama di dunia yang menggunakan Sudut melengkung.


Banyak patung-patung kecil dibuat secara individual ditempatkan di luar. Patung awalnya berwarna seperti kebanyakan eksterior. Cat telah memudar, tapi batu abu-abu pernah ditutupi dengan warna yang hidup. 


Cuaca mulai panas disini dan saya mulai lelah. Duduk sesaat dipinggir bangunan Notre Dame akhirnya mengembalikan tenaga saya yang sempat hilang. Hp saya masih belum bisa digunakan padahal sudah saya coba cabut battery dan tetap tidak berhasil. Perintah dari operator saat saya di Jakarta saya ikuti kembali namun tetap tidak berhasil. Perasaan saya mulai ga karuan karena kunci apartemen hanya satu dan saya tidak bisa berkomunikasi dengan mereka. Saya masih memiliki satu agenda lagi yaitu Sacre Coeur. Lokasinya cukup jauh dari Notre Dame, jadi saya harus berangkat sekarang menggunakan metro untuk tujuan Anvers.

BASILIQUE DU SACRE COEUR


Setelah hampir 1 jam menggunakan kereta dan berjalan kaki sekitar 20 menit, akhirnya saya tiba di Sacre Coeur. Saya mampir dulu ke salah satu café yang ada dibawah untuk minum dan makan salad sebelum saya menaiki anak tangga yang cukup tinggi. Lokasinya terletak diatas dan saya harus mempersiapkan tenaga untuk naik ke sana.


Basilika Hati Kudus Paris, umumnya dikenal sebagai Sacré-Cœur adalah sebuah gereja Katolik Roma dan basilika, yang didedikasikan untuk Hati Kudus Yesus, di Paris, Perancis. Basilika terletak di puncak butte Montmartre, titik tertinggi di kota. 
Sacré-Cœur adalah monumen ganda, politik dan budaya, 

Basilika didedikasikan untuk menghormati 58.000 yang kehilangan nyawa mereka selama perang, 


Wach…..sangat indah pemandangan dari atas sini…saya duduk disalah satu anak tangga memandang kota nun jauh dibawah sana bersama turis-turis lainnya. Banyak yang membawa keluarga duduk diantara rerumputan sambil membawa makanan dan minuman atau hanya sekedar beristirahat. 

Terlihat juga dibawah sana area yang penuh dengan keramaian karena banyak toko-toko yang berjualan souvenir. Sayapun turun kebawah ingin melhat apa yang mereka jual disana.


Ingin rasanya membeli semua untuk saya bawa sebagai oleh-oleh di Jakarta. Namun, hanya beberapa barang saja yang saya beli karena tujuan saya kesini bukanlah untuk shopping ataupun membeli oleh-oleh.


Ingin rasanya membeli semua untuk saya bawa sebagai oleh-oleh di Jakarta. Namun, hanya beberapa barang saja yang saya beli karena tujuan saya kesini bukanlah untuk shopping ataupun membeli oleh-oleh.


Tanpa sengaja saya menemukan Habitat, yaitu supermarket yang banyak terdapat di Paris. Tidak hanya supermarket, Habitat juga menyediakan pakaian dan kebutuhan lainnya di lantai atas. 
Karena belum sempat makan siang, maka saya membeli pisang dan beberapa makanan kecil di Habitat. Saya duduk disalah satu sisi gedung dan makan disana. 
Saya masih belum bisa menghubungi teman-teman, maka saya mengambil keputusan untuk kembali ke metro Louvre Rivoli membeli sim card baru dengan nomor lokal.

Cukup lama saya berjalan mencari dimana tempat penjual sim card, akhirnya ketemu juga setelah diinformasikan oleh salah satu pegawai dept store yang ada disana.


Tanpa sengaja saya menemukan Habitat, yaitu supermarket yang banyak terdapat di Paris. Tidak hanya supermarket, Habitat juga menyediakan pakaian dan kebutuhan lainnya di lantai atas. 
Karena belum sempat makan siang, maka saya membeli pisang dan beberapa makanan kecil di Habitat. Saya duduk disalah satu sisi gedung dan makan disana. 
Saya masih belum bisa menghubungi teman-teman, maka saya mengambil keputusan untuk kembali ke metro Louvre Rivoli membeli sim card baru dengan nomor lokal.

Cukup lama saya berjalan mencari dimana tempat penjual sim card, akhirnya ketemu juga setelah diinformasikan oleh salah satu pegawai dept store yang ada disana.


 Menu yang kami pesan adalah 3 porsi ayam bakar Afrika  yang terdiri dari setengan ekor ayam dengan pisang yang ditusuk sate dan bumbu yang sangat lezat.

Ach….ini makanan yang terlezat  yang kami makan selama di Paris…

HOTMOM,

Pengalaman saya hari ini sangat menarik karena selain bisa melihat tempat wisata yang luar biasa , juga pengalaman HP yang tiba-tiba tidak bisa dipergunakan. Pelajaran bagi saya adalah bahwa apabila melakukan perjalanan keluar negeri lagi saya akan mencari informasi terlebih dahulu alamat customer service provider yang bekerjasama dengan kita agar apabila terjadi sesuatu kita bisa dengan mudah menghubungi mereka dan mencari alamatnya.

Agenda saya besok adalah Versailles Palace, Pont Neuf, dan jalan-jalan ke Marais melihat-lihat butik yang ada disana.

Ikuti terus cerita saya selama menjelajahi kota Paris.

Bye Hotmom…..







0 comments:

Post a Comment