Sunday, December 21, 2014

THE SECRET OF KELANTAN (Part 1)

Salam Cinta HotMom,


Sahabat dekat yang tinggal di Kuala Lumpur mengajak kami untuk berkunjung ke Kota Bharu, Kelantan , kota tempat kelahirannya yang penuh dengan beraneka ragam hasil budaya dan berbagai jenis makanan lezat menggunakan bumbu khas Kelantan yang harus kami coba. Hasil kunjungan ini saya ceritakan untuk pembaca HotMom di episode “The Secret Of Kelantan."


Kami tiba di Kota Bharu sekitar jam 11 siang menggunakan pesawat Malindo milik Lion Air dari bandara Subang Kuala Lumpur dengan lama tempuh sekitar 50 menit.
Seminggu sebelum keberangkatan, sahabat kami sudah memberikan informasi bahwa dia dan keluarganya akan membawa kami mencoba berbagai makanan yang ada di Kelantan dan membawa kami melihat hasil budaya disana.

Oris anak saya sangat senang karena dia bisa mencoba berbagai macam makanan yang konon katanya sangat lezat. Ingin membuktikan hal ini, maka sejak pagi di Kuala Lumpur kami hanya minum dan makan sedikit makanan agar tidak kekenyangan dan bisa menikmati semua makanan yang tersedia.

NEW FAMILY


Namanya Ridho, adik kandung sahabat kami yang sudah menjemput di bandara Kota Bharu dengan 2 kendaraan mewah yang khusus dipersiapkan untuk kami.
Dia seorang pengusaha sukses yang low profile, baik dan sangat ramah…walaupun baru bertemu, tapi kami langsung akrab dan merasa dekat seperti saudara sendiri.

Bandara di Kota Bharu tidak besar tapi tertata dengan baik dan bersih. Saya sudah mengunjungi banyak kota di Kuala Lumpur. Kemanapun saya pergi kebersihan dan perawatan sepertinya sudah menjadi SOP di semua kota di Kuala Lumpur.

Dari dalam kendaraan Oris mengambil foto gerbang masuk Kota Bharu Kelantan.


Kota Bharu adalah ibukota Kelantan yang telah diperintah oleh Partai Islam Malaysia (PAS) sejak tahun 1990.
Hampir semua anggota PAS adalah Muslim Melayu, dan sekitar 95% dari penduduk Kelantan beragama Islam. Mereka menyebutnya dengan Kota Serambi Mekkah seperti sebutan untuk kota kita di Aceh. Oleh karena itu pakaian yang saya bawa ke Kelantan harus disesuaikan dengan kondisi setempat.

Busana yang saya kenakan hari ini adalah rok panjang dari bahan pabrik bercorak tenun Lombok dengan atasan hitam yang mengembang dibagian bawahnya. 


Oleh karena tidak berjilbab, maka saya mengenakan busana yang berukuran panjang selama berada di Kelantan.

RESTORAN SELERA DAUN PISANG


Sekitar 15 menit berkendara, kami tiba di restoran Selera Daun Pisang. Banyak sekali jenis makanan yang mengundang selera. Kondisi kami yang lapar membuat semua jenis makanan yang tersedia kami coba.


Yang khas disini adalah Nasi Dagang dan Nasi Tumpang.

NASI DAGANG
Adalah campuran dari nasi putih dan beras ketan merah yang dimasak dengan santan, bawang dicampur, bawang putih dan rempah-rempah. Ikan atau ayam kari biasanya sebagai hidangan pelengkap.

NASI TUMPANG
Beras dikemas dalam daun pisang berbentuk kerucut. Satu pak nasi tumpang terdiri dari telur dadar, daging yang disuir-suir, ayam atau udang kari dengan saus manis. 

Semua lauk  sudah tersedia di depan . Kita tinggal memilih yang mana yang ingin kita coba. Sepintas, semua makanan disini mirip dengan yang di Indonesia, seperti berbagai macam jenis makanan padang, namun setelah dicoba rasanya sangat berbeda. Tidak salah lagi, makanan disini memang sangat lezat. Minuman khas Malaysia yang biasa kita kenal dengan Teh Tarik, atau sebutannya di Malaysia adalah Teh Ice, menjadi teman kami makan.
Yang mengesankan, harga makanan disini sangat murah. Bagi pecinta kuliner tentunya akan sangat bahagia berada di kota yang menyediakan berbagai makanan lezat dengan harga yang terjangkau.


Selesai menikmati makan pagi di restoran Selera Daun Pisang, kami diajak melihat Pantai Cahaya Bulan.

PANTAI CAHAYA BULAN

Pantai Cahaya Bulan (sebelumnya dikenal sebagai Pantai Cinta Birahi) adalah berasal dari cerita seorang tentara Inggris yang mabuk cinta selama Perang Dunia II. Sampai hari ini, beberapa warga masih memilih untuk memakai nama yang lama. 

Selama bertahun-tahun PAS melaksanakan hukum Islam di Kelantan, sehingga penamaan dari Pantai Cinta Birahi diganti menjadi Pantai Cahaya Bulan.


Pantai Cahaya Bulan memiliki pantai berpasir yang panjang dan lebar yang indah, tempat yang populer untuk acara keluarga dan piknik. Saat kami berkunjung, banyak keluarga sedang menikmati makanan barbeque seafood yang tersedia di beberapa warung.


BATIK



Malam sebelum berangkat ke Kelantan dari Kuala Lumpur, sahabat dekat kami sudah memberikan agenda tujuan wisata dimana  salah satu yang masuk dalam agenda kunjungan adalah ke pengrajin Batik.  Kami melihat ke beberapa toko dan mampir di Su Batik. 


Motif yang paling populer adalah daun dan bunga. Batik yang menggambarkan manusia atau hewan jarang terjadi karena norma-norma Islam di Kelantan melarang gambar hewan sebagai hiasan. 
Namun, tema kupu-kupu adalah pengecualian umum. 
Batik Malaysia juga terkenal dengan desain geometris, seperti spiral. 


Metode pembuatan batik Malaysia juga cukup berbeda dengan batik Jawa Indonesia, pola yang lebih besar dan lebih sederhana, jarang atau tidak pernah menggunakan canting untuk menciptakan pola rumit dan sangat bergantung pada metode lukisan kuas untuk menerapkan warna pada kain. Warna juga cenderung lebih ringan dan lebih bersemangat dari batik Jawa. 

SONGKET

Sepuluh menit berkendara dari pengrajin Batik,  kami sudah tiba di pengrajin songket yang terkenal di Kelantan, Cik Minah Songket.
Rumah 2 lantai yang terbuat dari kayu khas melayu memiliki ruang pamer yang sangat besar. Beberapa calon pembeli terlihat sedang memilih kain songket dan berbicara dengan petugas yang ada disana.



Songket adalah tenunan tangan dari sutra atau katun berpola rumit dengan benang emas atau perak. Benang logam mencolok dengan kain latar belakang untuk menciptakan efek berkilauan. 

Saya beruntung bisa bertemu langsung dengan pemilik yang merupakan cicit dari Cik Minah yaitu Ibu Kelthom Hussein yang sudah berusia 68 tahun.

Dia menyukai motif kain songket yang saya kenakan dan saya jelaskan bahwa yang saya kenakan bukanlah songket asli tetapi buatan pabrik dengan motif songket. Saya menyukai buatan pabrik ini karena bahannya lebih ringan dan bisa dikenakan disegala situasi. Kalau songket hanya dipergunakan untuk acara khusus saja, seperti acara pernikahan, pesta adat, pesta keluarga atau acara budaya.


Setelah puas melihat semua songket yang ada, saya kemudian turun ke area bawah untuk melihat pengrajin yang sedang bekerja membuat kain songket.


Terharu, bangga, simpati dan terkesima adalah perasaan yang ada saat saya melihat ibu-ibu pengrajin. Mereka berusia diatas 60 tahun bahkan ada yang berusia 87 tahun, seperti ibu yang mengenakan jilbab kuning yang sudah bekerja sejak dia berusia 17 tahun.


Tidak banyak bicara mereka terus bekerja menenun songket dengan teliti. Tanpa mengenakan kaca mata, ibu pengrajin sudah hafal dengan pola yang dibuat. Semuanya berjalan seperti menggunakan perasaan dan intuisi.


Kaki dan tangan yang sudah renta tidak menyurutkan semangat mereka bekerja.

Ibu Kheltom Hussein mendapatkan penghargaan sebagai Adi Guru Kraft 2014 yang diberikan oleh Ketua Pengarah Kraft Tangan Malaysia Datuk Mohd Kamil Mohd Ali.



HotMom,
Sudah 4 lokasi yang kami datangi dalam waktu 4 jam ini, yaitu makan di restoran Selera Daun Pisang, ke Pantai Cahaya Bulan, mengunjungi pengrajin Batik dan Songket Cik Minah. 
Sekarang saatnya kami untuk  beristirahat dan membersihkan diri. Kami akan tinggal di apartemen KBCC, apartemen tipe 2 kamar milik saudara sahabat kami yang lokasinya di tengah kota tepat di sebrang KB Mall.
KB Mall merupakan salah satu Mall terbesar yang ada di Kota Bharu tempat keluarga atau pasangan menghabiskan waktu di akhir pekan. 

Kami memiliki waktu 2 jam untuk beristirahat sebelum kumpul lagi jam 3 sore dengan agenda mengunjungi pasar tradisional Siti Khadijah yang terkenal.

PASAR SITI KHADIJAH


Pasar Besar Siti Khadijah, adalah pasar basah lokal. Namanya seperti nama istri Nabi Muhammad, yang dikenal karena keterampilan kewirausahaan nya, karena pasar ini sebagian besar dijalankan oleh perempuan yang mayoritas sudah berusia lanjut.


Selain barang segar seperti seafood, sayuran dan berbagai buah-buahan, banyak dijual juga berbagai jenis makanan kecil khas Kelantan yaitu jeruk buah.


Para penjual sangat ramah kepada kami. Walaupun tidak membeli, semua pertanyaan kami dijawab dengan sabar. Tidak terlihat persaingan diantara mereka. Yang terlihat adalah saling membantu dan sabar menunggu rejeki yang akan diberikan oleh Allah.


Setelah berkeliling beberapa saat, akhirnya saya bertemu dengan salah seorang penjual yang masih berusia muda dan mempesona karena senyum manisnya.


Sebelum meninggalkan Pasar besar Siti Khadijah, saya menyempatkan diri berfoto di halaman luar disamping beca yang dihias dengan sangat meriah. Tujuan Beca ini dihias sedemikian rupa adalah sebagai daya tarik bagi wisatawan yang datang.


KAMPUNG KRAF TANGAN


Tujuan kami selanjutnya adalah ke Kampung Kraft Tangan , seperti Pasar Seni di Jakarta yang berisi hasil kerajinan tangan lokal.

Kelantan dikenal sebagai tempat lahir kebudayaan Melayu berdasarkan kegiatan budaya yang beragam yang dilakukan oleh Kelantan. Hasil karya kerajinan dipamerkan disini di antaranya adalah Wau Bulan (layang-layang), Gasing, alat kesenian seperti suling, lukisan dan kerajinan lainnya


Setelah selesai melihat-lihat, kamipun mencari tempat duduk untuk makan siang di restoran yang ada di Kampung Kraf Tangan.

Menurut sahabat kami, yang harus dicoba disini adalah Budu.

BUDU

Adalah saus asin hasil difermentasi  ikan teri yang dimakan sebagai bumbu dengan nasi, ikan bakar dan sayuran / salad (ulam). Sedikit air jeruk nipis, cabai panas dan bawang merah yang ditambahkan pada rasa. Juga, tempoyak (durian yang difermentasi) atau durian segar .Setelah jadi gabungan, bumbu ungu kecoklatan memiliki perpaduan rasa asin dan asam. 


Berbagai tipe masakan ikan tersedia disini. Ikan bakar yang diisi dengan berbagai rempah, ikan goreng sampai dengan ikan patin yang dimasak khusus. 

Kelezatan makanan yang ada disini berbeda dengan yang di Selera Daun Pisang. Keduanya memiliki cita rasa tersendiri. Harga makanan juga sangat murah. Pesanan makanan yang sangat banyak untuk 8 orang termasuk minuman hanya RM 56 atau sekitar Rp. 200.000 saja. 

Selesai makan sore kami berjalan kaki mengitari Kampung Kraf Tangan untuk melihat bazaar pakaian. Kami hanya melihat-lihat disini sambil membuang energy akibat terlalu banyak makan-makanan yang lezat.

Tak terasa ada keinginan untuk minum kopi. Apalagi udara di Kelantan sore ini sejuk karena sempat turun hujan. 
Sahabat kami mengajak untuk minum kopi O di salah satu restoran yang terkenal di Kelantan. 

Niat awal hanya ingin minum kopi, tapi akhirnya kami memesan cukup banyak makanan kecil seperti, pulut mangga, pulut pisang, rojak dan keropok lekor . 


Makanan Kelantan banyak menggunakan santan daripada di tempat lain di negara ini. Makanan pulut manga atau pisang juga menggunakan santan yang cukup banyak.

KEROPOK LEKOR
Adalah sosis ikan Kelantan. Dibuat dengan menggabungkan daging ikan dan sagu atau tepung tapioka, Keropok lekor yang digulung berbentuk tongkat kemudian dikukus atau direbus. Untuk menikmatinya, kita harus memotongnya sesuai ukuran yang diinginkan  dan digoreng. 


Keropok Lekor adalah kegemaran anak-anak sekolah sebagai makanan ringan termasuk Haziq yang tersenyum manis saat sahabat saya Ana memesan menu ini untuk anaknya sebagai teman minum kopi.


Kami sudah makan cukup banyak hari ini dan harus makan lagi nanti malam undangan dari pak Ridho di Perdana Resort jam 8 malam. Oleh karena itu kami kembali dulu ke apartemen untuk membersihkan diri.

PERDANA RESORT
Perdana Resort adalah sebuah resor yang terletak di Pantai Cahaya Bulan yang  Dibangun diatas 14,4 hektar tanah dengan model cluster yang memanfaatkan pepohonan hijau alami sebagai unsur utama dekorasi . Sayangnya resor ini sepi dan kurang mendapatkan perawatan. Pak Ridho bertugas untuk mengelola renovasi dan merencanakan pengembangannya. Banyak sekali ide fantastis yang diceritakan oleh Pak Ridho untuk pengembangan resor agar lebih maju dan mendatangkan banyak wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.
Disinilah kami diundang makan malam dengan menu Lamb Chop.


Walaupun masih kenyang tapi Lamb Chop yang dihidangkan di meja tidak mungkin kami lewatkan.
Daging kambing yang dibakar lunak dipadu dengan saos barbeque membuat makan malam kami menjadi sempurna. 

HOTMOM,
Perjalanan yang saya lakukan hari ini sangat luar biasa. 
Mencicipi berbagai macam makanan khas Kelantan, melihat Pantai Cahaya Bulan yang indah, mengunjungi beberapa lokasi kerajinan sampai ke Pasar Basah Siti Khadijah. 
Perjalanan saya belum selesai karena besok saya masih akan menjelajahi Kelantan sampai ke perbatasan Thailand. Ikuti perjalanan saya di episode berikutnya dalam “The Secret Of Kelantan”.


Bye Hotmom…..

0 comments:

Post a Comment